Budidaya Nila Hadir di Kolam Pantai Merpati

  • Bagikan

Bulukumba,- Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba menjalankan Program Budidaya Nila Intensif di kolam terpal, yang diproyeksikan untuk menopang ketersediaan pangan daerah, yang juga menjadi bagian dari rantai suplai Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kolam terpal yang di tempatkan di samping lapangan Pantai Merpati ini dirancang sebagai budidaya percontohan yang dapat dilihat dan dipelajari langsung oleh masyarakat.

banner 300x600

Melalui pendekatan praktik lapangan, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung teknik budidaya nila intensif dengan pendampingan dari pakar budidaya Dinas Perikanan.

Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Dani Susanto, menjelaskan bahwa metode yang diterapkan dalam budidaya nila intensif ini mengacu pada Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Seluruh aspek budidaya diperhatikan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga pemeliharaan ikan.

“Budidaya nila intensif di kolam terpal ini menerapkan prinsip CBIB, di mana desain konstruksi kolam, peralatan budidaya, sistem inlet dan outlet air, hingga kualitas air menjadi perhatian utama. Sebelum penebaran benih, kolam terlebih dahulu dipersiapkan agar kondisi ikan selama masa pemeliharaan tetap terjaga,” jelas Dani Susanto.

Dalam tahapan persiapan air, dilakukan beberapa perlakuan penting. Pengapuran menggunakan dolomit berfungsi untuk menstabilkan pH air, sehingga kondisi perairan tetap ideal bagi pertumbuhan nila dan mampu menekan potensi stres ikan.

Selain itu, pemberian pupuk kolam dilakukan untuk merangsang pertumbuhan plankton alami yang berperan sebagai pakan alami sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan kolam terpal.
Tak kalah penting, budidaya ini juga dilengkapi dengan penggunaan Probiotik KLABIOTIK.

Probiotik ini, lanjutnya berfungsi meningkatkan kualitas air dengan menguraikan sisa pakan dan bahan organik, menekan pertumbuhan bakteri patogen, serta membantu meningkatkan efisiensi pakan dan kesehatan ikan. Dengan kualitas air yang terjaga, tingkat kelangsungan hidup dan produktivitas nila dapat ditingkatkan secara signifikan.

Sebagai kolam percontohan, Dinas Perikanan sengaja memilih Pantai Merpati sebagai lokasi kegiatan. Kawasan ini dikenal sebagai pusat aktivitas masyarakat Bulukumba, sehingga keberadaan kolam budidaya intensif dapat diakses dan disaksikan langsung oleh berbagai kalangan.

Melalui lokasi yang strategis ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat Bulukumba, mulai dari nelayan, pembudidaya, pelajar, hingga masyarakat umum dapat belajar dan memahami pentingnya budidaya perikanan sebagai salah satu pilar ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi keluarga.(*)

Budidaya Nila Hadir di Kolam Pantai Merpati

Bulukumba,- Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba menjalankan Program Budidaya Nila Intensif di kolam terpal, yang diproyeksikan untuk menopang ketersediaan pangan daerah, yang juga menjadi bagian dari rantai suplai Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kolam terpal yang di tempatkan di samping lapangan Pantai Merpati ini dirancang sebagai budidaya percontohan yang dapat dilihat dan dipelajari langsung oleh masyarakat.

Melalui pendekatan praktik lapangan, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung teknik budidaya nila intensif dengan pendampingan dari pakar budidaya Dinas Perikanan.

Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Dani Susanto, menjelaskan bahwa metode yang diterapkan dalam budidaya nila intensif ini mengacu pada Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Seluruh aspek budidaya diperhatikan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga pemeliharaan ikan.

“Budidaya nila intensif di kolam terpal ini menerapkan prinsip CBIB, di mana desain konstruksi kolam, peralatan budidaya, sistem inlet dan outlet air, hingga kualitas air menjadi perhatian utama. Sebelum penebaran benih, kolam terlebih dahulu dipersiapkan agar kondisi ikan selama masa pemeliharaan tetap terjaga,” jelas Dani Susanto.

Dalam tahapan persiapan air, dilakukan beberapa perlakuan penting. Pengapuran menggunakan dolomit berfungsi untuk menstabilkan pH air, sehingga kondisi perairan tetap ideal bagi pertumbuhan nila dan mampu menekan potensi stres ikan.

Selain itu, pemberian pupuk kolam dilakukan untuk merangsang pertumbuhan plankton alami yang berperan sebagai pakan alami sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan kolam terpal.
Tak kalah penting, budidaya ini juga dilengkapi dengan penggunaan Probiotik KLABIOTIK.

Probiotik ini, lanjutnya berfungsi meningkatkan kualitas air dengan menguraikan sisa pakan dan bahan organik, menekan pertumbuhan bakteri patogen, serta membantu meningkatkan efisiensi pakan dan kesehatan ikan. Dengan kualitas air yang terjaga, tingkat kelangsungan hidup dan produktivitas nila dapat ditingkatkan secara signifikan.

Sebagai kolam percontohan, Dinas Perikanan sengaja memilih Pantai Merpati sebagai lokasi kegiatan. Kawasan ini dikenal sebagai pusat aktivitas masyarakat Bulukumba, sehingga keberadaan kolam budidaya intensif dapat diakses dan disaksikan langsung oleh berbagai kalangan.

Melalui lokasi yang strategis ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat Bulukumba, mulai dari nelayan, pembudidaya, pelajar, hingga masyarakat umum dapat belajar dan memahami pentingnya budidaya perikanan sebagai salah satu pilar ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi keluarga.(*)

banner 970x200 Example 728x250
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *