Merajut Doa dan Tradisi, Matolo Bola Pak Syarif Dirangkaikan Hakiqa Cucu di Ellesalewoe
SIDRAP —01 Pebruari2026 Nuansa kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa dalam pelaksanaan matolo bola yang digelar oleh Pak Syarif di kediamannya yang berlokasi di samping Masjid Desa Ellesalewoe. Prosesi adat Bugis ini menjadi penanda awal pendirian rumah, sebelum bangunan tersebut secara adat dan spiritual dinyatakan siap untuk didirikan.
Kegiatan matolo bola ini mendapat dukungan luas dari masyarakat Desa Ellesalewoe. Tak hanya warga setempat, keluarga besar Pak Syarif yang datang dari Kabupaten Pinrang maupun dari Kota Parepare juga turut berdatangan untuk membantu dan berpartisipasi langsung dalam prosesi adat tersebut.
Kehadiran keluarga dan masyarakat dari berbagai daerah ini mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan solidaritas yang masih terjaga dengan baik. Sejak persiapan hingga pelaksanaan, mereka bahu-membahu membantu demi kelancaran acara matolo bola.
Setelah prosesi adat matolo bola dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama dan tokoh adat setempat, sebagai bentuk permohonan keselamatan, kelancaran pembangunan, serta keberkahan bagi rumah yang akan didirikan.
Pada momentum yang sama, keluarga besar Pak Syarif juga merangkaikan kegiatan tersebut dengan pelaksanaan hakiqa cucu tercinta, anak dari pasangan Sanha bin Syarif dan Darwis, sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia Allah SWT sekaligus menjalankan sunnah Rasulullah SAW.
Hidangan hakiqa kemudian dibagikan kepada para tamu undangan dan masyarakat sekitar. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan pun tercipta, mempererat silaturahmi antara keluarga, warga desa, serta kerabat yang datang dari Pinrang dan Parepare.
Masyarakat berharap, melalui prosesi matolo bola yang dirangkaikan dengan hakiqa ini, pendirian rumah Pak Syarif dapat berjalan lancar dan membawa keberkahan, serta sang cucu kelak tumbuh menjadi anak yang saleh, sehat, dan membanggakan keluarga.











