Bulukumba,- Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan dan jajaran perbankan menggelar kegiatan Kick Off Serambi Sultan Lontara 2026 (Sulawesi Selatan Layanan Program Terpadu Penukaran Uang Rupiah) yang dipusatkan di pelataran Gedung Ammatoa, Bulukumba, Rabu, 25 Februari 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Muh Ali Saleng serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Ricky Satria, pimpinan perbankan, dan para pemangku kepentingan lainnya sebagai bentuk sinergi dalam menghadirkan layanan penukaran uang Rupiah bagi masyarakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan peresmian secara simbolis (kick off) layanan penukaran uang Rupiah yang melibatkan perbankan dari wilayah Bulukumba, Bantaeng, dan Jeneponto. Sebanyak 13 Perbankan ikut berpartisipasi dengan menghadirkan tenant layanan penukaran uang.
Program ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, dengan pecahan yang sesuai dan dalam kondisi layak edar, guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
Sekda Ali Saleng menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini yang tidak hanya mempermudah masyarakat memperoleh uang baru, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan.
“Melalui kegiatan ini, kita menjaga tradisi masyarakat dalam berbagi kebahagiaan dengan uang Rupiah baru kepada keluarga dan kerabat, sekaligus meningkatkan kolaborasi antara Pemda dan seluruh perbankan,” ujar Ali Saleng.
Secara teknis, Bank Indonesia menyiapkan sekitar 1.000 paket penukaran uang yang dapat diakses masyarakat melalui pendaftaran pada aplikasi atau website PINTAR BI. Layanan ini diperuntukan untuk masyarakat di wilayah Bulukumba, Bantaeng, dan Jeneponto.
Adapun batas maksimal penukaran ditetapkan sebesar Rp5,3 juta per orang, dengan komposisi pecahan mulai dari Rp50.000 hingga Rp1.000.
Dalam kegiatan ini, turut ditekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan Rupiah, melalui gerakan “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah”, termasuk mengenali keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta merawat uang dengan prinsip 5J.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan transaksi digital seperti QRIS dan layanan perbankan elektronik yang cepat, mudah, aman, dan efisien.
Deputi Kepala Perwakilan BI, Ricky Satria mengatakan bahwa beberapa tahun terakhir program Serambi Sultan Lontara ini sudah dilaksanakan setiap tahunnya. Namun tahun ini untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Bulukumba.
“Pertama kalinya digelar di Bulukumba, dan ternyata kegiatan perdana yang digelar di pelataran Gedung Ammatoa,” kata Ricky disambut tepuk tangan dari audiens.
Meski kegiatannya adalah penukaran uang tunai, namun sistemnya, tambah Ricky sudah terdigitalisasi melalui pendaftaran online pada aplikasi digital, sehingga lebih tertib dan mencegah terjadinya chaos.
“Penukarannya pun juga bisa menggunakan QRIS, sehingga tidak perlu lagi tarik uang tunai di ATM untuk ditukarkan dengan pecahan yang lebih kecil,” imbuhnya.
Kegiatan Serambi Sultan Lontara 2026 ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas sistem keuangan daerah serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.(*)
Layani Penukaran Uang Rupiah, Pertama Kalinya Serambi Sultan Lontara Hadir di Bulukumba
Bulukumba,- Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan dan jajaran perbankan menggelar kegiatan Kick Off Serambi Sultan Lontara 2026 (Sulawesi Selatan Layanan Program Terpadu Penukaran Uang Rupiah) yang dipusatkan di pelataran Gedung Ammatoa, Bulukumba, Rabu, 25 Februari 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Muh Ali Saleng serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Ricky Satria, pimpinan perbankan, dan para pemangku kepentingan lainnya sebagai bentuk sinergi dalam menghadirkan layanan penukaran uang Rupiah bagi masyarakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan peresmian secara simbolis (kick off) layanan penukaran uang Rupiah yang melibatkan perbankan dari wilayah Bulukumba, Bantaeng, dan Jeneponto. Sebanyak 13 Perbankan ikut berpartisipasi dengan menghadirkan tenant layanan penukaran uang.
Program ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, dengan pecahan yang sesuai dan dalam kondisi layak edar, guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
Sekda Ali Saleng menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini yang tidak hanya mempermudah masyarakat memperoleh uang baru, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan.
“Melalui kegiatan ini, kita menjaga tradisi masyarakat dalam berbagi kebahagiaan dengan uang Rupiah baru kepada keluarga dan kerabat, sekaligus meningkatkan kolaborasi antara Pemda dan seluruh perbankan,” ujar Ali Saleng.
Secara teknis, Bank Indonesia menyiapkan sekitar 1.000 paket penukaran uang yang dapat diakses masyarakat melalui pendaftaran pada aplikasi atau website PINTAR BI. Layanan ini diperuntukan untuk masyarakat di wilayah Bulukumba, Bantaeng, dan Jeneponto.
Adapun batas maksimal penukaran ditetapkan sebesar Rp5,3 juta per orang, dengan komposisi pecahan mulai dari Rp50.000 hingga Rp1.000.
Dalam kegiatan ini, turut ditekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan Rupiah, melalui gerakan “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah”, termasuk mengenali keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta merawat uang dengan prinsip 5J.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan transaksi digital seperti QRIS dan layanan perbankan elektronik yang cepat, mudah, aman, dan efisien.
Deputi Kepala Perwakilan BI, Ricky Satria mengatakan bahwa beberapa tahun terakhir program Serambi Sultan Lontara ini sudah dilaksanakan setiap tahunnya. Namun tahun ini untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Bulukumba.
“Pertama kalinya digelar di Bulukumba, dan ternyata kegiatan perdana yang digelar di pelataran Gedung Ammatoa,” kata Ricky disambut tepuk tangan dari audiens.
Meski kegiatannya adalah penukaran uang tunai, namun sistemnya, tambah Ricky sudah terdigitalisasi melalui pendaftaran online pada aplikasi digital, sehingga lebih tertib dan mencegah terjadinya chaos.
“Penukarannya pun juga bisa menggunakan QRIS, sehingga tidak perlu lagi tarik uang tunai di ATM untuk ditukarkan dengan pecahan yang lebih kecil,” imbuhnya.
Kegiatan Serambi Sultan Lontara 2026 ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas sistem keuangan daerah serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.(*)











