Dari Pesantren untuk Negeri: Santri MA Nurul Falah Syifa Salsabila Kampanyekan #GenerasiBeraniImunisasi Lewat Video

  • Bagikan

Bulukumba – 27 April 2026 – Semangat Pekan Imunisasi Dunia 2026 turut digaungkan santri dari Desa Garuntungan, Kecamatan Kindang. MA Pondok Pesantren Nurul Falah membuktikan bahwa peran madrasah tak hanya di ruang kelas, tapi juga di tengah masyarakat.

Sosok Syifa Salsabila jadi sorotan setelah video edukasinya tentang imunisasi viral di media sosial. Santri yang baru saja menorehkan prestasi di Lomba Opini Nasional “Empowered Youth–Sustainable Future” bersama rekannya Aulia pada 19 April 2026 itu, kini turun langsung menyuarakan pentingnya imunisasi lengkap.

banner 300x600

Tampil sederhana dengan rompi dan mic clip-on, Syifa membuka videonya dengan salam dan perkenalan: “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, hai perkenalkan nama saya Syifa Salsabila”. Ia kemudian menjelaskan bahwa imunisasi adalah bentuk kasih sayang orang tua sekaligus ikhtiar menjaga amanah Allah. “Anak-anak adalah titipan langit. Ikhtiar kita ya menjaga mereka dengan cinta, doa, dan imunisasi lengkap,” tutur Syifa.

Dukungan penuh datang dari Marwani,A.Mk, ibunda Syifa yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan. Menurutnya, pesan yang disampaikan Syifa sangat relevan di tengah maraknya hoaks kesehatan. “Sebagai nakes sekaligus orang tua, saya bangga. Ini bukti pendidikan pesantren membentuk santri yang peduli. Jangan sampai anak jadi korban karena kita termakan informasi yang salah,” kata Marwani.

Yasir Husain, guru pembina MA PP Nurul Falah, menegaskan bahwa pihaknya memang mendorong santri melek isu sosial. “Literasi di madrasah kami bukan sekadar baca-tulis, tapi juga literasi kehidupan. Syifa contohnya, dia bawa ilmu dari pesantren untuk mengajak kebaikan,” ungkap Yasir.

Aksi Syifa sejalan dengan tema Pekan Imunisasi Dunia 2026 dari Kemenkes RI dan Kemenag RI: #lengkapiimunisasisegalausia dan #GenerasiBeraniImunisasi. Semangatnya: Sehatkan generasi, kuatkan keluarga.

Dalam pesannya, Syifa juga mengingatkan kaidah Islam soal menjaga keselamatan. Ia mengutip sabda Nabi ﷺ: “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain” (HR. Ibnu Majah), serta firman Allah: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al-Baqarah: 195).

Sinergi antara santri, pesantren, dan keluarga nakes seperti ini diharapkan mampu mendongkrak kesadaran masyarakat Bulukumba terhadap pentingnya imunisasi dasar lengkap.

Penulis: Fachrul Malluluang
Editor: Fachrul Malluluang
Pewarta: Rosmaniar Raja Mully

Dari Pesantren untuk Negeri: Santri MA Nurul Falah Syifa Salsabila Kampanyekan #GenerasiBeraniImunisasi Lewat Video

Bulukumba – 27 April 2026 – Semangat Pekan Imunisasi Dunia 2026 turut digaungkan santri dari Desa Garuntungan, Kecamatan Kindang. MA Pondok Pesantren Nurul Falah membuktikan bahwa peran madrasah tak hanya di ruang kelas, tapi juga di tengah masyarakat.

Sosok Syifa Salsabila jadi sorotan setelah video edukasinya tentang imunisasi viral di media sosial. Santri yang baru saja menorehkan prestasi di Lomba Opini Nasional “Empowered Youth–Sustainable Future” bersama rekannya Aulia pada 19 April 2026 itu, kini turun langsung menyuarakan pentingnya imunisasi lengkap.

Tampil sederhana dengan rompi dan mic clip-on, Syifa membuka videonya dengan salam dan perkenalan: “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, hai perkenalkan nama saya Syifa Salsabila”. Ia kemudian menjelaskan bahwa imunisasi adalah bentuk kasih sayang orang tua sekaligus ikhtiar menjaga amanah Allah. “Anak-anak adalah titipan langit. Ikhtiar kita ya menjaga mereka dengan cinta, doa, dan imunisasi lengkap,” tutur Syifa.

Dukungan penuh datang dari Marwani,A.Mk, ibunda Syifa yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan. Menurutnya, pesan yang disampaikan Syifa sangat relevan di tengah maraknya hoaks kesehatan. “Sebagai nakes sekaligus orang tua, saya bangga. Ini bukti pendidikan pesantren membentuk santri yang peduli. Jangan sampai anak jadi korban karena kita termakan informasi yang salah,” kata Marwani.

Yasir Husain, guru pembina MA PP Nurul Falah, menegaskan bahwa pihaknya memang mendorong santri melek isu sosial. “Literasi di madrasah kami bukan sekadar baca-tulis, tapi juga literasi kehidupan. Syifa contohnya, dia bawa ilmu dari pesantren untuk mengajak kebaikan,” ungkap Yasir.

Aksi Syifa sejalan dengan tema Pekan Imunisasi Dunia 2026 dari Kemenkes RI dan Kemenag RI: #lengkapiimunisasisegalausia dan #GenerasiBeraniImunisasi. Semangatnya: Sehatkan generasi, kuatkan keluarga.

Dalam pesannya, Syifa juga mengingatkan kaidah Islam soal menjaga keselamatan. Ia mengutip sabda Nabi ﷺ: “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain” (HR. Ibnu Majah), serta firman Allah: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al-Baqarah: 195).

Sinergi antara santri, pesantren, dan keluarga nakes seperti ini diharapkan mampu mendongkrak kesadaran masyarakat Bulukumba terhadap pentingnya imunisasi dasar lengkap.

Penulis: Fachrul Malluluang
Editor: Fachrul Malluluang
Pewarta: Rosmaniar Raja Mully

banner 970x200 Example 728x250
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *