Bukan Sekadar Seremoni, Hardiknas 2026 di SMKN 2 Bulukumba Tegaskan Vokasi Berakar Budaya

  • Bagikan

Bulukumba – Di tengah sejuknya udara pegunungan Kindang, SMK Negeri 2 Bulukumba memilih cara berbeda memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026. Seluruh peserta upacara hadir mengenakan pakaian adat Bugis lengkap di halaman sekolah, Sabtu (2/5/2026).

Upacara dimulai pukul 08.21 WITA. Barisan guru, tenaga kependidikan, dan perwakilan siswa berdiri tegak. Baju bodo merah muda, jas tutup, sarung sutra, hingga songkok recca menghiasi lapangan upacara. Nuansa budaya lokal terasa kuat sejak awal.

banner 300x600

Andi Baso Lolo, S.P., Kepala SMKN 2 Bulukumba, bertindak sebagai pembina upacara. Ia membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI di hadapan peserta upacara.

Namun tidak berhenti di situ. Andi Baso Lolo menyampaikan pesan khusus untuk warga sekolahnya. Ia menegaskan Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan.

“Ini pengingat tugas kita. SMKN 2 Bulukumba di Kindang ini berdiri untuk mencetak lulusan yang kompeten, berkarakter, dan tidak lupa identitasnya sebagai orang Bugis,” kata Andi Baso Lolo.

Menurutnya, pakaian adat yang dikenakan hari ini adalah simbol. Simbol bahwa pendidikan vokasi harus tetap berakar pada budaya di tengah derasnya arus kemajuan.

“Baju adat ini penanda. Kita boleh maju, tapi tidak boleh tercerabut dari akar,” ujarnya.

Ia juga menyentil soal lokasi sekolah yang berada di pelosok Kindang. Bagi Andi Baso Lolo, itu bukan alasan untuk tertinggal.

“Mutu pendidikan di sini harus sama. Dari Kindang, kita buktikan lulusan SMK bisa bersaing. Tidak ada kerja setengah-setengah,” ucapnya.

Rangkaian upacara berjalan tertib. Pengibaran Sang Saka Merah Putih berlangsung lancar. Lagu Indonesia Raya dikumandangkan seluruh peserta. Pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, dan doa menutup upacara.

Hingga pukul 09.15 WITA, tidak ada peserta yang meninggalkan barisan. Upacara selesai dengan khidmat.

Bagi SMKN 2 Bulukumba, Hardiknas 2026 menjadi penegas arah. Sekolah vokasi di pelosok harus maju, budaya harus dijaga, dan mental peserta didik harus kuat.

@Muhammad Gibran Faris

Bukan Sekadar Seremoni, Hardiknas 2026 di SMKN 2 Bulukumba Tegaskan Vokasi Berakar Budaya

Bulukumba – Di tengah sejuknya udara pegunungan Kindang, SMK Negeri 2 Bulukumba memilih cara berbeda memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026. Seluruh peserta upacara hadir mengenakan pakaian adat Bugis lengkap di halaman sekolah, Sabtu (2/5/2026).

Upacara dimulai pukul 08.21 WITA. Barisan guru, tenaga kependidikan, dan perwakilan siswa berdiri tegak. Baju bodo merah muda, jas tutup, sarung sutra, hingga songkok recca menghiasi lapangan upacara. Nuansa budaya lokal terasa kuat sejak awal.

Andi Baso Lolo, S.P., Kepala SMKN 2 Bulukumba, bertindak sebagai pembina upacara. Ia membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI di hadapan peserta upacara.

Namun tidak berhenti di situ. Andi Baso Lolo menyampaikan pesan khusus untuk warga sekolahnya. Ia menegaskan Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan.

“Ini pengingat tugas kita. SMKN 2 Bulukumba di Kindang ini berdiri untuk mencetak lulusan yang kompeten, berkarakter, dan tidak lupa identitasnya sebagai orang Bugis,” kata Andi Baso Lolo.

Menurutnya, pakaian adat yang dikenakan hari ini adalah simbol. Simbol bahwa pendidikan vokasi harus tetap berakar pada budaya di tengah derasnya arus kemajuan.

“Baju adat ini penanda. Kita boleh maju, tapi tidak boleh tercerabut dari akar,” ujarnya.

Ia juga menyentil soal lokasi sekolah yang berada di pelosok Kindang. Bagi Andi Baso Lolo, itu bukan alasan untuk tertinggal.

“Mutu pendidikan di sini harus sama. Dari Kindang, kita buktikan lulusan SMK bisa bersaing. Tidak ada kerja setengah-setengah,” ucapnya.

Rangkaian upacara berjalan tertib. Pengibaran Sang Saka Merah Putih berlangsung lancar. Lagu Indonesia Raya dikumandangkan seluruh peserta. Pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, dan doa menutup upacara.

Hingga pukul 09.15 WITA, tidak ada peserta yang meninggalkan barisan. Upacara selesai dengan khidmat.

Bagi SMKN 2 Bulukumba, Hardiknas 2026 menjadi penegas arah. Sekolah vokasi di pelosok harus maju, budaya harus dijaga, dan mental peserta didik harus kuat.

@Muhammad Gibran Faris

banner 970x200 Example 728x250
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *