Nurul Resky Silaturahmi, Putri Perantau Sukses Bulukumba, Kini Mahasiswa Kedokteran President University

  • Bagikan

BULUKUMBA, 5 Mei 2026 – Dari Bulukumba untuk Indonesia. Kalimat itu layak disematkan untuk Nurul Resky Silaturahmi, gadis asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang kini resmi menyandang status mahasiswi Fakultas Kedokteran President University.

Nurul merupakan putri dari pasangan perantau Herman Sukirman dan Lina Hasan, yang beralamat di Jalan Cumi-Cumi, Kelurahan Ela-Ela, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba. Ia adalah alumni SMA Negeri 1 Bulukumba.

banner 300x600

Di balik jas almamater yang ia kenakan, ada cerita tentang dua orang tua tangguh. Lina Hasan dan Herman Sukirman sama-sama merantau ke Malaysia dan bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit. Kini, keduanya dikenal sebagai perantau sukses asal Bulukumba yang berhasil menata masa depan keluarga lewat kerja keras di negeri jiran.

Saat dikonfirmasi lewat WA, Senin, 4 Mei 2026, Lina Hasan membenarkan dirinya dan suami sengaja merantau demi pendidikan anak. “Iya, betul. Saya dan Bapaknya Nurul kerja di perusahaan sawit di Malaysia sudah beberapa tahun. Tujuannya cuma satu, supaya Nurul bisa sekolah tinggi dan jadi dokter. Alhamdulillah sekarang sudah tercapai tahap awal,” tulisnya.

Lina Hasan mengaku terharu saat Nurul mengirim foto dirinya berpose di depan tulisan “Where tomorrow’s leaders come together” dengan latar visi President University: “To be an eminent university that produces leaders with entrepreneurial spirit, multicultural and global mindset”. “Saya sama Bapaknya nangis lihat fotonya. Capek tidak apa-apa, yang penting anak berhasil,” tambah Lina.

Saat dikonfirmasi lewat WA, Nurul mengaku memilih FK President University karena kurikulumnya berbasis kompetensi dan berwawasan global. Program studi Kedokteran di kampus itu ditempuh selama 7 semester dengan sistem blok dan Medical Skill Program yang melatih keterampilan klinis sejak dini.

“Saya tidak mau sia-siakan pengorbanan Ibu dan Bapak. Keduanya perantau sukses yang banting tulang di Malaysia demi saya. Saya harus sukses di bangku kuliah. Target saya lulus tepat waktu dan jadi dokter yang amanah,” tulis Nurul.

Sebagai anak daerah asal Jalan Cumi-Cumi, Kelurahan Ela-Ela, Nurul punya misi jelas. “Bulukumba masih kekurangan dokter, apalagi di pelosok. InsyaAllah kalau sudah lulus dan ambil profesi, saya mau pulang. Ini cara saya balas budi Ibu, Bapak, dan membangun kampung,” tegas lulusan SMA Negeri 1 Bulukumba itu.

Meski jarak memisahkan, Lina Hasan dan Herman Sukirman tetap mendidik Nurul lewat video call setiap malam. “Ibu dan Bapak selalu bilang, ‘Kami di Malaysia kerja untuk kamu sekolah, bukan untuk main-main’. Itu yang bikin saya tidak berani malas,” ungkap Nurul.

Pihak President University menyebut Nurul sebagai cerminan tomorrow’s leaders. “Ada daya juang dan nilai keluarga kuat. Kami yakin Nurul akan membanggakan Indonesia,” kata perwakilan akademik FK President University.

Kisah Nurul dan keluarganya adalah potret nyata kolaborasi anak dan orang tua perantau. Ibu dan ayah sukses di perusahaan sawit Malaysia, sang anak berjuang di kampus internasional. Ketiganya percaya, pendidikan adalah jalan pulang menuju masa depan yang lebih baik.

Nurul Resky Silaturahmi, Putri Perantau Sukses Bulukumba, Kini Mahasiswa Kedokteran President University

BULUKUMBA, 5 Mei 2026 – Dari Bulukumba untuk Indonesia. Kalimat itu layak disematkan untuk Nurul Resky Silaturahmi, gadis asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang kini resmi menyandang status mahasiswi Fakultas Kedokteran President University.

Nurul merupakan putri dari pasangan perantau Herman Sukirman dan Lina Hasan, yang beralamat di Jalan Cumi-Cumi, Kelurahan Ela-Ela, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba. Ia adalah alumni SMA Negeri 1 Bulukumba.

Di balik jas almamater yang ia kenakan, ada cerita tentang dua orang tua tangguh. Lina Hasan dan Herman Sukirman sama-sama merantau ke Malaysia dan bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit. Kini, keduanya dikenal sebagai perantau sukses asal Bulukumba yang berhasil menata masa depan keluarga lewat kerja keras di negeri jiran.

Saat dikonfirmasi lewat WA, Senin, 4 Mei 2026, Lina Hasan membenarkan dirinya dan suami sengaja merantau demi pendidikan anak. “Iya, betul. Saya dan Bapaknya Nurul kerja di perusahaan sawit di Malaysia sudah beberapa tahun. Tujuannya cuma satu, supaya Nurul bisa sekolah tinggi dan jadi dokter. Alhamdulillah sekarang sudah tercapai tahap awal,” tulisnya.

Lina Hasan mengaku terharu saat Nurul mengirim foto dirinya berpose di depan tulisan “Where tomorrow’s leaders come together” dengan latar visi President University: “To be an eminent university that produces leaders with entrepreneurial spirit, multicultural and global mindset”. “Saya sama Bapaknya nangis lihat fotonya. Capek tidak apa-apa, yang penting anak berhasil,” tambah Lina.

Saat dikonfirmasi lewat WA, Nurul mengaku memilih FK President University karena kurikulumnya berbasis kompetensi dan berwawasan global. Program studi Kedokteran di kampus itu ditempuh selama 7 semester dengan sistem blok dan Medical Skill Program yang melatih keterampilan klinis sejak dini.

“Saya tidak mau sia-siakan pengorbanan Ibu dan Bapak. Keduanya perantau sukses yang banting tulang di Malaysia demi saya. Saya harus sukses di bangku kuliah. Target saya lulus tepat waktu dan jadi dokter yang amanah,” tulis Nurul.

Sebagai anak daerah asal Jalan Cumi-Cumi, Kelurahan Ela-Ela, Nurul punya misi jelas. “Bulukumba masih kekurangan dokter, apalagi di pelosok. InsyaAllah kalau sudah lulus dan ambil profesi, saya mau pulang. Ini cara saya balas budi Ibu, Bapak, dan membangun kampung,” tegas lulusan SMA Negeri 1 Bulukumba itu.

Meski jarak memisahkan, Lina Hasan dan Herman Sukirman tetap mendidik Nurul lewat video call setiap malam. “Ibu dan Bapak selalu bilang, ‘Kami di Malaysia kerja untuk kamu sekolah, bukan untuk main-main’. Itu yang bikin saya tidak berani malas,” ungkap Nurul.

Pihak President University menyebut Nurul sebagai cerminan tomorrow’s leaders. “Ada daya juang dan nilai keluarga kuat. Kami yakin Nurul akan membanggakan Indonesia,” kata perwakilan akademik FK President University.

Kisah Nurul dan keluarganya adalah potret nyata kolaborasi anak dan orang tua perantau. Ibu dan ayah sukses di perusahaan sawit Malaysia, sang anak berjuang di kampus internasional. Ketiganya percaya, pendidikan adalah jalan pulang menuju masa depan yang lebih baik.

banner 970x200 Example 728x250
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *