GANN BULUKUMBA DORONG PENGUATAN JARING ANTISIPASI NARKOBA PASCA GAGALNYA PENYELUNDUPAN 40 KG SABU DI PAREPARE

  • Bagikan

BULUKUMBA, 12 Juni 2026 – Empat kurir narkoba yang terlibat penyelundupan sabu-sabu seberat 40 kilogram ke Sulawesi Selatan dijanjikan upah fantastis sebesar Rp900 juta. Iming-iming bayaran itu terungkap setelah Polres Parepare menangkap lima pelaku dalam pengungkapan jaringan narkoba asal Malaysia yang masuk melalui Pelabuhan Nusantara Parepare pada 10 Juni 2026.

Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda mengatakan motif ekonomi menjadi alasan utama empat tersangka terlibat dalam penyelundupan narkoba tersebut.

banner 300x600

“Jadi latar belakang dari 5 pelaku ini, 4 itu memang motif ekonomi. Jadi yang bersangkutan itu mereka digaji dan dijanjikan sejumlah uang kalau barang itu masuk sampai Parepare,” katanya di Mapolda Sulsel, Rabu 10 Juni 2026.

Indra menyebut, para pelaku mengaku dijanjikan bayaran ratusan juta rupiah untuk mengawal pengiriman sabu-sabu seberat 40 kilogram tersebut dari Kalimantan hingga Sulawesi Selatan.

“Dari hasil pemeriksaan yang kita bisa tanyakan, bisa kita ungkap bahwa mereka kalau sampai barang itu masuk ke Parepare akan digaji Rp900 juta untuk 4 orang,” imbuhnya.

Indra menjelaskan nilai upah Rp900 juta tersebut merupakan total pembayaran yang dijanjikan kepada empat pelaku selama proses pengiriman barang haram tersebut.

APRESIASI DAN PERINGATAN GANN BULUKUMBA

Keberhasilan pengungkapan 10 Juni 2026 mendapat apresiasi dari Ketua Generasi Anti Narkotika Nasional GANN Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Bulukumba, Rosmaniar Raja Mully. Ia menilai pengungkapan itu bukti keseriusan aparat, sekaligus peringatan keras bahwa jalur peredaran narkoba lintas laut masih aktif.

“Keberhasilan ini patut kita syukuri. Namun faktanya rute Malaysia → Sebatik → Nunukan → Parepare sudah digunakan lebih dari sekali. Jika celah ini tidak segera ditutup, maka pengiriman berikutnya tinggal menunggu waktu. Pinrang, Sidrap, Bulukumba berpotensi menjadi titik bongkar selanjutnya,” tegas Rosmaniar.

Ia juga menyoroti modus iming-iming upah Rp900 juta kepada empat kurir. “Ini menunjukkan jaringan narkoba sengaja menyasar warga yang terhimpit ekonomi. Jangan sampai iming-iming uang besar merusak generasi kita,” ujarnya.

4 Langkah Antisipasi Penyaluran Versi GANN Bulukumba

  1. Sterilisasi Jalur Laut Perbatasan
    Pengawasan di pelabuhan dan jalur laut dari Kalimantan Utara menuju Sulawesi Selatan harus ditingkatkan pasca penangkapan 10 Juni 2026. Pemeriksaan kargo, kapal kayu, dan speedboat wajib lebih ketat serta berbasis intelijen.
  2. Sinergi Lintas Daerah Tanpa Sekat
    Parepare, Pinrang, Sidrap, dan Bulukumba diminta membangun jejaring kewaspadaan bersama. Data hasil penangkapan 10 Juni 2026 harus jadi bahan evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak terulang.
  3. Edukasi Masif dan Terukur
    GANN Bulukumba siap turun ke sekolah, pesantren, kampus, dan desa. Materi fokus pada bahaya sabu dan jebakan ekonomi berupa iming-iming upah ratusan juta kepada kurir. Sasaran utama generasi muda usia 15-25 tahun.
  4. Gerakan Masyarakat sebagai Mata dan Telinga
    Rosmaniar mengajak orang tua, RT/RW, tokoh agama, dan pemuda desa aktif melapor aktivitas mencurigakan seperti transaksi malam hari, tamu keluar-masuk cepat, atau perubahan perilaku anak. “Kasus 10 Juni 2026 membuktikan masyarakat + aparat bisa menang kalau cepat lapor. Jangan diam karena takut. Diam berarti membuka pintu bagi narkoba,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Rosmaniar mengulang prinsip yang kerap ia sampaikan: “Tiada yang hebat. Kita hanya beda jalan dalam berbuat dosa. Tapi membiarkan narkoba masuk dan merusak generasi adalah dosa kolektif. Bumi Panrita Lopi harus kita jaga bersama.”

Q”Ndank

GANN BULUKUMBA DORONG PENGUATAN JARING ANTISIPASI NARKOBA PASCA GAGALNYA PENYELUNDUPAN 40 KG SABU DI PAREPARE

BULUKUMBA, 12 Juni 2026 – Empat kurir narkoba yang terlibat penyelundupan sabu-sabu seberat 40 kilogram ke Sulawesi Selatan dijanjikan upah fantastis sebesar Rp900 juta. Iming-iming bayaran itu terungkap setelah Polres Parepare menangkap lima pelaku dalam pengungkapan jaringan narkoba asal Malaysia yang masuk melalui Pelabuhan Nusantara Parepare pada 10 Juni 2026.

Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda mengatakan motif ekonomi menjadi alasan utama empat tersangka terlibat dalam penyelundupan narkoba tersebut.

“Jadi latar belakang dari 5 pelaku ini, 4 itu memang motif ekonomi. Jadi yang bersangkutan itu mereka digaji dan dijanjikan sejumlah uang kalau barang itu masuk sampai Parepare,” katanya di Mapolda Sulsel, Rabu 10 Juni 2026.

Indra menyebut, para pelaku mengaku dijanjikan bayaran ratusan juta rupiah untuk mengawal pengiriman sabu-sabu seberat 40 kilogram tersebut dari Kalimantan hingga Sulawesi Selatan.

“Dari hasil pemeriksaan yang kita bisa tanyakan, bisa kita ungkap bahwa mereka kalau sampai barang itu masuk ke Parepare akan digaji Rp900 juta untuk 4 orang,” imbuhnya.

Indra menjelaskan nilai upah Rp900 juta tersebut merupakan total pembayaran yang dijanjikan kepada empat pelaku selama proses pengiriman barang haram tersebut.

APRESIASI DAN PERINGATAN GANN BULUKUMBA

Keberhasilan pengungkapan 10 Juni 2026 mendapat apresiasi dari Ketua Generasi Anti Narkotika Nasional GANN Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Bulukumba, Rosmaniar Raja Mully. Ia menilai pengungkapan itu bukti keseriusan aparat, sekaligus peringatan keras bahwa jalur peredaran narkoba lintas laut masih aktif.

“Keberhasilan ini patut kita syukuri. Namun faktanya rute Malaysia → Sebatik → Nunukan → Parepare sudah digunakan lebih dari sekali. Jika celah ini tidak segera ditutup, maka pengiriman berikutnya tinggal menunggu waktu. Pinrang, Sidrap, Bulukumba berpotensi menjadi titik bongkar selanjutnya,” tegas Rosmaniar.

Ia juga menyoroti modus iming-iming upah Rp900 juta kepada empat kurir. “Ini menunjukkan jaringan narkoba sengaja menyasar warga yang terhimpit ekonomi. Jangan sampai iming-iming uang besar merusak generasi kita,” ujarnya.

4 Langkah Antisipasi Penyaluran Versi GANN Bulukumba

  1. Sterilisasi Jalur Laut Perbatasan
    Pengawasan di pelabuhan dan jalur laut dari Kalimantan Utara menuju Sulawesi Selatan harus ditingkatkan pasca penangkapan 10 Juni 2026. Pemeriksaan kargo, kapal kayu, dan speedboat wajib lebih ketat serta berbasis intelijen.
  2. Sinergi Lintas Daerah Tanpa Sekat
    Parepare, Pinrang, Sidrap, dan Bulukumba diminta membangun jejaring kewaspadaan bersama. Data hasil penangkapan 10 Juni 2026 harus jadi bahan evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak terulang.
  3. Edukasi Masif dan Terukur
    GANN Bulukumba siap turun ke sekolah, pesantren, kampus, dan desa. Materi fokus pada bahaya sabu dan jebakan ekonomi berupa iming-iming upah ratusan juta kepada kurir. Sasaran utama generasi muda usia 15-25 tahun.
  4. Gerakan Masyarakat sebagai Mata dan Telinga
    Rosmaniar mengajak orang tua, RT/RW, tokoh agama, dan pemuda desa aktif melapor aktivitas mencurigakan seperti transaksi malam hari, tamu keluar-masuk cepat, atau perubahan perilaku anak. “Kasus 10 Juni 2026 membuktikan masyarakat + aparat bisa menang kalau cepat lapor. Jangan diam karena takut. Diam berarti membuka pintu bagi narkoba,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Rosmaniar mengulang prinsip yang kerap ia sampaikan: “Tiada yang hebat. Kita hanya beda jalan dalam berbuat dosa. Tapi membiarkan narkoba masuk dan merusak generasi adalah dosa kolektif. Bumi Panrita Lopi harus kita jaga bersama.”

Q”Ndank

banner 970x200 Example 728x250
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *