Pinrang 13 News : Keberadaan adat istiadat dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun merupakan salah satu modal penting dalam membentuk karakter masyarakat yang berakhlak, menjunjung tinggi nilai kebersamaan, serta tetap berpegang teguh pada jati diri daerah di tengah derasnya arus modernisasi.
Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pinrang, Drs. H. Abdul Rahman Mahmud, saat mewakili Bupati Pinrang membuka secara langsung kegiatan adat dan budaya Pallipa Pute’e di Kecamatan Mattiro Sompe, Kamis (2/7).
Dalam sambutannya, Abdul Rahman Mahmud mengungkapkan rasa syukur Pemerintah Kabupaten Pinrang karena nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Pallipa Pute’e masih terus dijaga, dipelihara, dan dilestarikan oleh masyarakat setempat.
Menurutnya, keberlangsungan tradisi ini menjadi bukti bahwa masyarakat Pinrang masih memiliki kepedulian tinggi terhadap warisan budaya yang sarat dengan nilai islami, kebersamaan, gotong royong, penghormatan kepada sesama, serta kecintaan terhadap adat istiadat yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Pinrang tentu memberikan dukungan terhadap setiap adat dan tradisi yang membawa nilai-nilai positif bagi kehidupan masyarakat. Budaya seperti yang dibawah dan diwariskan oleh orang tua kita Pallipa Pute’e tidak hanya menjadi warisan, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat karakter dan jati diri masyarakat Kabupaten Pinrang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dirinya menilai bahwa pelestarian budaya tidak hanya berdampak pada terjaganya identitas daerah, tetapi juga memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Tradisi yang terus hidup akan memperkuat rasa persatuan, mempererat silaturahmi antarwarga, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda agar tidak melupakan akar budayanya.
Selain itu, pelestarian budaya lokal juga dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya yang pada akhirnya mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui meningkatnya kunjungan wisatawan dan berkembangnya usaha-usaha lokal.
Oleh karena itu, Abdul Rahman Mahmud berharap nilai-nilai positif yang terkandung dalam tradisi ini dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi dan dijadikan sebagai filosofi hidup masyarakat dalam membangun kehidupan yang islami, harmonis, saling menghormati, serta menjunjung tinggi semangat persatuan.
Dirinya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan adat istiadat yang menjadi kebanggaan Kabupaten Pinrang, sehingga budaya lokal tetap hidup dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat, baik dari sisi sosial, budaya, agama, maupun ekonomi.(*/)
Asyara


















