Bulukumba,- Bupati Bulukumba,Andi Muchtar Ali Yusuf, menjadi narasumber pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pengembangan Kompetensi Pemerintahan Daerah (Musrenbangkom) yang diselenggarakan Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (BBPK APDN) Wilayah IV BPSDM Kementerian Dalam Negeri di Anda Beach Hotel, Tanjung Bira, Jumat, 3 Juli 2026.
Musrenbangkom yang dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri Dr. Sugeng Hariyono mengusung tema “Transformasi Pengembangan Kompetensi Aparatur Melalui Penjaringan Kebutuhan yang Terintegrasi dan Berkelanjutan” dan diikuti oleh para Kepala BPSDM Provinsi, BKPSDM Kabupaten/Kota, serta pejabat yang membidangi pengembangan kompetensi aparatur dari wilayah Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Kepala BBPK APDN IV BPSDM Kemendagri, Sugiarto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kabupaten Bulukumba yang telah menjadi tuan rumah pelaksanaan Musrenbangkom.
Menurutnya pengembangan kompetensi, yang menjadi tugas dari BPSDM merupakan salah satu program prioritas nasional yang harus dilaksanakan.
“Olehnya itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bulukumba bersama jajarannya yang ikut berpartisipasi pada kegiatan ini,” ungkapnya.
Pada sesi bertajuk “Peta Kebijakan Pengembangan Kompetensi Kabupaten Bulukumba”, Bupati memaparkan berbagai kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam membangun sumber daya manusia aparatur yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
Dalam pemaparannya, Andi Utta, sapaan akrab Bupati Bulukumba menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semata ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan oleh kualitas aparatur yang mengelola program dan kebijakan pemerintah.
“Keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh kualitas SDM yang mengelolanya,” tegasnya.
Dikatakan, seorang pemimpin harus memiliki wawasan yang cukup untuk membangun. Namun pemimpin itu juga harus dibackup oleh jajaran birokrasi yang mampu terjemahkan visi melalui program kegiatan yang terukur.
Karena itu, ASN dituntut memiliki kompetensi yang terus berkembang, adaptif terhadap perubahan, dan memiliki budaya kerja yang kuat.
Andi Utta turut membandingkan pola pengelolaan SDM di birokrasi dengan dunia usaha. Menurutnya, banyak praktik baik sektor swasta yang layak diadopsi pemerintah, seperti penetapan target yang jelas, pengukuran kinerja yang objektif, penerapan sistem penghargaan dan sanksi, serta budaya inovasi yang kuat.
Ia menambahkan, Bulukumba terus melakukan pembenahan tata kelola kepegawaian, salah satunya melalui penerapan aplikasi DIKERJA yang mengintegrasikan pengukuran disiplin dan kinerja ASN sebagai dasar pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Selain pengembangan SDM, Bupati juga memperkenalkan berbagai capaian pembangunan Kabupaten Bulukumba, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), transformasi pelayanan publik, pembangunan kawasan perkantoran terpadu Gedung Pinisi, Gedung Ammatoa, Mal Pelayanan Publik, hingga berbagai inovasi tata kelola pemerintahan yang mendukung terwujudnya birokrasi modern.
Melalui forum Musrenbangkom ini, Pemerintah Kabupaten Bulukumba berharap pengalaman dalam membangun sistem pengembangan kompetensi ASN dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah, sekaligus memperkuat sinergi nasional dalam mewujudkan aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan.(*)
Bupati Andi Utta Bandingkan Kinerja ASN dan Swasta di Musrenbangkom BPSDM Kemendagri
Bulukumba,- Bupati Bulukumba,Andi Muchtar Ali Yusuf, menjadi narasumber pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pengembangan Kompetensi Pemerintahan Daerah (Musrenbangkom) yang diselenggarakan Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (BBPK APDN) Wilayah IV BPSDM Kementerian Dalam Negeri di Anda Beach Hotel, Tanjung Bira, Jumat, 3 Juli 2026.
Musrenbangkom yang dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri Dr. Sugeng Hariyono mengusung tema “Transformasi Pengembangan Kompetensi Aparatur Melalui Penjaringan Kebutuhan yang Terintegrasi dan Berkelanjutan” dan diikuti oleh para Kepala BPSDM Provinsi, BKPSDM Kabupaten/Kota, serta pejabat yang membidangi pengembangan kompetensi aparatur dari wilayah Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Kepala BBPK APDN IV BPSDM Kemendagri, Sugiarto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kabupaten Bulukumba yang telah menjadi tuan rumah pelaksanaan Musrenbangkom.
Menurutnya pengembangan kompetensi, yang menjadi tugas dari BPSDM merupakan salah satu program prioritas nasional yang harus dilaksanakan.
“Olehnya itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bulukumba bersama jajarannya yang ikut berpartisipasi pada kegiatan ini,” ungkapnya.
Pada sesi bertajuk “Peta Kebijakan Pengembangan Kompetensi Kabupaten Bulukumba”, Bupati memaparkan berbagai kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam membangun sumber daya manusia aparatur yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
Dalam pemaparannya, Andi Utta, sapaan akrab Bupati Bulukumba menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semata ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan oleh kualitas aparatur yang mengelola program dan kebijakan pemerintah.
“Keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh kualitas SDM yang mengelolanya,” tegasnya.
Dikatakan, seorang pemimpin harus memiliki wawasan yang cukup untuk membangun. Namun pemimpin itu juga harus dibackup oleh jajaran birokrasi yang mampu terjemahkan visi melalui program kegiatan yang terukur.
Karena itu, ASN dituntut memiliki kompetensi yang terus berkembang, adaptif terhadap perubahan, dan memiliki budaya kerja yang kuat.
Andi Utta turut membandingkan pola pengelolaan SDM di birokrasi dengan dunia usaha. Menurutnya, banyak praktik baik sektor swasta yang layak diadopsi pemerintah, seperti penetapan target yang jelas, pengukuran kinerja yang objektif, penerapan sistem penghargaan dan sanksi, serta budaya inovasi yang kuat.
Ia menambahkan, Bulukumba terus melakukan pembenahan tata kelola kepegawaian, salah satunya melalui penerapan aplikasi DIKERJA yang mengintegrasikan pengukuran disiplin dan kinerja ASN sebagai dasar pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Selain pengembangan SDM, Bupati juga memperkenalkan berbagai capaian pembangunan Kabupaten Bulukumba, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), transformasi pelayanan publik, pembangunan kawasan perkantoran terpadu Gedung Pinisi, Gedung Ammatoa, Mal Pelayanan Publik, hingga berbagai inovasi tata kelola pemerintahan yang mendukung terwujudnya birokrasi modern.
Melalui forum Musrenbangkom ini, Pemerintah Kabupaten Bulukumba berharap pengalaman dalam membangun sistem pengembangan kompetensi ASN dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah, sekaligus memperkuat sinergi nasional dalam mewujudkan aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan.(*)


















