Bulukumba.- Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bekerja sama dengan DPC Paramedik Veteriner dan Inseminator Indonesia (Paravetindo) Bulukumba menggelar Kontes Ternak Sapi Hasil Inseminasi Buatan (IB) Tahun 2026.
Kontes yang digelar di Rumah Potong Hewan (RPH) Taccorong, Minggu (9/8/2026), diikuti sebanyak 59 ekor sapi dari tujuh kecamatan di Kabupaten Bulukumba.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi pemerintah, organisasi profesi, peternak serta dukungan berbagai sponsor. Kontes ini menjadi ajang apresiasi sekaligus wadah untuk menampilkan keberhasilan program Inseminasi Buatan (IB) dalam menghasilkan sapi dengan pertumbuhan dan kualitas genetik yang baik.
Dalam kontes tersebut, Brutus, sapi milik Ilham, berhasil meraih juara pertama kategori Pedet. Sapi berusia enam bulan tersebut mencatat Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) rata-rata 1,335 kilogram per hari.
Juara kedua diraih Mikail, sapi milik Riswan, berumur delapan bulan dengan PBBH 1,208 kilogram per hari. Sementara juara ketiga diraih Hercules, sapi milik Adam, berumur tujuh bulan dengan PBBH 1,115 kilogram per hari.
Selain kategori Pedet, kontes juga memperlombakan kategori Pejantan Super. Juara pertama diraih sapi Simental bernama Satria milik Sirman. Juara kedua diraih sapi Limosin bernama Juli milik Epul, sedangkan juara ketiga diraih sapi Simental bernama Brantas milik Irwan.
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf memberikan apresiasi kepada seluruh peternak, inseminator, paramedik veteriner, panitia dan pihak sponsor yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Sebagai bentuk apresiasi, Bupati juga memberikan hadiah uang sebesar Rp10 juta yang dibagikan kepada para pemenang kontes.
Menurut Andi Utta, kontes menjadi momentum untuk menunjukkan bagaimana penerapan teknologi, kualitas pakan, perawatan dan ketekunan peternak dapat menghasilkan ternak yang unggul.
“Peternakan adalah salah satu sumber potensial untuk meningkatkan ketahanan pangan. Karena itu, kita harus mulai mengubah cara pandang bahwa beternak bukan hanya pekerjaan sampingan, tetapi bisa menjadi profesi dan sumber penghasilan utama masyarakat,” kata Andi Utta.
Ia mengatakan, pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan sektor peternakan, termasuk membuka akses permodalan bagi peternak yang ingin mengembangkan usahanya.
“Kalau memang membutuhkan modal untuk pengembangan ternak yang lebih besar, pemerintah akan memfasilitasi agar peternak bisa mendapatkan KUR dari perbankan dengan bunga yang rendah,” ujarnya.
Bupati Andi Utta bahkan menyampaikan rencana untuk meningkatkan skala pelaksanaan kontes ternak pada tahun mendatang.
Ia berharap kegiatan yang saat ini diikuti peternak dari tujuh kecamatan tersebut dapat berkembang menjadi event yang lebih besar dan melibatkan peserta dari berbagai daerah.
“Kalau tahun ini kita masih dalam skala seperti ini, insyaallah tahun depan kita bikin yang lebih besar. Kalau bisa skala provinsi kita laksanakan di Bulukumba,” tegasnya.
Untuk mendukung peningkatan populasi dan kualitas sapi melalui teknologi Inseminasi Buatan, Andi Utta juga meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan meningkatkan dukungan anggaran untuk program IB pada tahun anggaran 2027.
Menurutnya, peningkatan kualitas ternak harus dilakukan secara terencana, mulai dari peningkatan mutu genetik, pelayanan IB, kesehatan hewan, ketersediaan pakan hingga peningkatan kapasitas peternak.
Ketua DPC Paravetindo Bulukumba, Suriya, menjelaskan bahwa kontes tersebut diikuti 59 ekor sapi yang terbagi dalam dua kategori, yakni Pedet dan Pejantan Super.
Kategori Pedet merupakan sapi jantan berusia di bawah satu tahun. Sedangkan kategori Pejantan Super adalah sapi jantan dengan usia di atas 1,5 tahun hingga empat tahun.
Suriya menjelaskan, salah satu indikator utama penilaian adalah Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH).
“Siapa yang paling tinggi pertambahan berat badan hariannya, itulah yang menjadi calon juara. Ini penting supaya peternak memahami bahwa penilaian bukan semata-mata karena ukuran ternaknya besar,” jelasnya.
Menurutnya, sapi yang berumur empat atau lima tahun tentu secara fisik bisa berukuran lebih besar dibanding sapi yang lebih muda. Karena itu, indikator PBBH menjadi penting untuk melihat kinerja peternak dalam memelihara ternaknya.
“Kalau rajin diberi pakan dan bagus perawatannya, pasti pertumbuhan berat badannya akan semakin bagus,” katanya.
Suriya menambahkan, kegiatan tersebut merupakan inisiatif para inseminator dan Paravetindo Bulukumba untuk meningkatkan motivasi serta animo masyarakat dalam mengembangkan usaha peternakan.
“Kegiatan ini betul-betul modal nekat, karena tanpa APBD. Kami berinisiatif sendiri karena melihat kontes seperti ini bisa meningkatkan motivasi masyarakat untuk memelihara ternaknya. Ini juga menjadi ajang untuk menunjukkan kerja-kerja inseminator dan para peternak kita,” ungkapnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang memberikan dukungan, khususnya para sponsor yang turut membantu sehingga kegiatan dapat terlaksana.
Suriya berharap kontes ternak dapat menjadi agenda rutin, setidaknya dilaksanakan sekali dalam setahun atau paling tidak sekali dalam dua tahun.
Menurutnya, kemajuan sektor peternakan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah melalui kebijakan dan program, organisasi profesi, petugas teknis, peternak hingga dunia usaha.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba, Andi Trismiati, mengatakan kontes ternak memiliki sejumlah tujuan strategis.
Selain menjadi ajang apresiasi bagi peternak, kegiatan tersebut juga menjadi media untuk menampilkan keberhasilan program Inseminasi Buatan, sarana promosi dan seleksi ternak berkualitas, sekaligus mendorong semangat peternak untuk menghasilkan ternak unggul.
“Peternakan merupakan salah satu sektor penting dalam ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Andi Trismiati.
Ia menjelaskan, pada periode pertama kepemimpinan Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf, Pemerintah Kabupaten Bulukumba telah mencanangkan Program Kampung Sapi, yang diarahkan sebagai kawasan pengembangan bibit unggul sapi potong.
Program tersebut bertujuan meningkatkan populasi, mutu genetik dan produktivitas sapi potong di Kabupaten Bulukumba.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah terus mendorong peningkatan pelayanan Inseminasi Buatan, peningkatan mutu genetik dan pembibitan sapi, pemeriksaan kebuntingan dan pemantauan reproduksi, pelayanan serta pengendalian kesehatan hewan.
Selain itu, dilakukan pula pengembangan Hijauan Pakan Ternak (HPT) dan teknologi pakan, peningkatan kapasitas peternak dan petugas teknis, serta penguatan pendataan dan pencatatan ternak.
“Semua unsur harus bekerja bersama untuk menghasilkan ternak berkualitas,” ujarnya.
Andi Trismiati juga memberikan apresiasi kepada DPC Paravetindo Bulukumba atas kolaborasi dalam pelaksanaan kontes ternak tersebut.
Menurutnya, keberhasilan program IB tidak terlepas dari peran inseminator sebagai ujung tombak di lapangan, dukungan paramedik veteriner dan petugas kesehatan hewan, serta pendampingan para penyuluh kepada peternak.
Ia berharap Kontes Ternak Sapi Hasil IB dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak sapi unggul lahir dari Bulukumba, meningkatkan nilai ekonomi ternak, memotivasi peternak dan memperkuat keberhasilan Program Kampung Sapi.
Pada momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan Paravetindo Bulukumba juga memberikan penghargaan kepada para Inseminator Teladan yang dinilai memiliki kinerja yang baik selama ini.(*)


















