Beras Berkutu Terulang di Mattombong IWO Pinrang Desak Pimpinan Bulog Dicopot

  • Bagikan

M
Dua Kali Berulang, Bantuan Beras Berkutu di Mattombong: IWO Nilai Pengawasan Bulog Gagal

Pemdes Mattombong Tolak Beras Berkutu, Bulog Janji Ganti dan Perketat Pemeriksaan

banner 300x600

Pinrang 13 News : Pemerintah Desa Mattombong menolak penyaluran bantuan pangan beras dari Perum Bulog yang didistribusikan pada Kamis pekan lalu. Penolakan dilakukan karena kondisi beras yang berkutu dan sebagian besar telah mengeras sehingga tidak layak konsumsi.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Mattombong, Tahir, melalui video yang diunggah di media sosial Facebook pada Senin, 14 September 2026.

Tahir menegaskan penolakan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap program bantuan pemerintah, melainkan bentuk perlindungan terhadap hak warga agar mendapat bantuan yang sama kualitasnya dengan desa lain di Kabupaten Pinrang.

“Stok beras bantuan yang masuk ke desa kami terpaksa kami tolak karena kondisinya memprihatinkan. Ada kutu dan sudah mengeras. Kami sudah amankan barang bukti berupa rekaman video,” ujar Tahir.

Pemerintah Desa Mattombong mendesak Bulog untuk segera melakukan pengiriman ulang bantuan pangan yang layak dan berkualitas bagi warga Desa Mattombong.

Menanggapi hal itu, Pimpinan Cabang Bulog Kabupaten Pinrang, Faizal Jafar, memastikan seluruh beras yang bermasalah akan ditarik dan diganti dengan kualitas yang lebih baik.

“Memang yang kami salurkan adalah beras medium dari penyerapan petani lokal melalui mitra penggilingan. Tapi jika ada yang dianggap kurang layak, kami siap terima kembali untuk diperbaiki dan disalurkan ulang,” kata Faizal di ruang kerjanya, Senin (14/9/2026).

Ia memperkirakan penggantian beras di Desa Mattombong akan dilakukan besok atau lusa. Menurutnya, perbedaan tampilan fisik beras bisa terjadi karena berasal dari banyak pabrik penggilingan dan varietas padi yang berbeda.

Meski begitu, Bulog berkomitmen memperketat pemeriksaan kelaikan beras di gudang sebelum dikirim ke desa-desa.

“Kami imbau warga tenang. Setiap beras yang disalurkan akan kami periksa dengan teliti agar dipastikan bersih, layak, dan aman untuk dikonsumsi,” pungkasnya.

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Pinrang, Soemarlin Putra, menyayangkan kejadian ini kembali terulang di Desa Mattombong.

“Ini sudah kedua kalinya. Kalau kejadian sebelumnya tidak dievaluasi hingga terulang lagi, berarti pengawasan dan evaluasi Bulog patut dipertanyakan,” tegas Soemarlin.

Ia meminta Pimpinan Bulog Cabang Pinrang segera melakukan evaluasi menyeluruh.

“Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat lemahnya pengawasan. Jika tidak mampu memastikan kualitas, maka harus ada pertanggungjawaban,” ujarnya.(*)

 

banner 970x200Example 728x250
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *