PERJUSAMI Pitu Riase Jadi Ruang Bentuk SDM dan Mental Juara Pelajar

  • Bagikan

Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menyebut kegiatan seperti Perkemahan Jumat, Sabtu, dan Minggu (PERJUSAMI) menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar di luar sekolah sekaligus membentuk mental dan karakter.

Hal tersebut disampaikan Syaharuddin saat membuka PERJUSAMI Tingkat Kwartir Ranting (Kwarran) Pitu Riase Tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola Barukku, Kelurahan Batu, Kecamatan Pitu Riase, Jumat (25/9/2026).

banner 300x600

Ratusan peserta Pramuka Penggalang dari berbagai SD dan SMP se-Kecamatan Pitu Riase mengikuti upacara pembukaan dengan antusias.

Turut hadir Ketua Kwarcab Sidrap Muhammad Rohady Ramadhan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Sirajuddin, Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Andi Gustianti, Sekretaris Dinas Kominfo Mursalim Halim, Camat Pitu Riase, Kapolsek, Danramil, para Mabigus, pembina Pramuka, Lurah Batu, kepala desa se-Kecamatan Pitu Riase, serta pengurus Pramuka Sidrap.

Syaharuddin mengapresiasi kesiapan Kelurahan Batu bersama masyarakat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia juga meminta Kwartir Ranting dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sidrap semakin sering menggelar kegiatan perkemahan.

“Anak-anak mengikuti kegiatan PERJUSAMI itu sambil liburan, juga sambil belajar,” kata Syaharuddin.

Ia menjelaskan, kegiatan kepramukaan dapat melatih peserta untuk berteman, mengenal satu sama lain, memperkuat silaturahmi, serta membangun kemampuan untuk melakukan introspeksi diri.

Menurutnya, pembelajaran di luar sekolah perlu berjalan beriringan dengan pendidikan formal. Selain kecerdasan intelektual, anak juga perlu mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual.

“Dengan kita banyak belajar di luar, kita bisa mengenali orang dan kita bisa melakukan introspeksi diri, supaya jiwa kompetisi, jiwa mental juaranya anak-anak semuanya bisa lebih bagus,” ujarnya.

Syaharuddin juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Pitu Riase. Ia meminta guru dan kepala sekolah mengambil peran lebih besar dalam mengejar ketertinggalan capaian pendidikan di wilayah tersebut.

Karena itu, ia meminta guru dan kepala sekolah memaksimalkan cara kerja serta tidak hanya berfokus pada proses belajar di sekolah.

Syaharuddin menyebut dukungan terhadap sarana pendidikan dan beasiswa di Pitu Riase terus diberikan. Tahun 2026, bantuan perbaikan sarana dan prasarana sekolah di kecamatan tersebut disebut hampir mencapai Rp15 miliar. Sementara total beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) disebut mencapai Rp17 miliar.

“Sarana sudah bagus, beasiswa sudah bagus, orang tua mau sekolah anaknya, anak-anak mau sekolah. Sekarang saya minta tolong guru, kepala sekolah, jangan biarkan ada sekolah kotor,” tegasnya.

Selain kegiatan kepramukaan, Syaharuddin mendorong lahirnya lebih banyak ruang kompetisi bagi pelajar. Ia mengusulkan agar kegiatan seperti lomba Bahasa Inggris, Matematika, IPA Fisika, mengaji, dan ceramah digelar sebagai bagian dari pengembangan kemampuan akademik dan keagamaan.

banner 970x200Example 728x250
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *