Bulukumba,– Antusiasme masyarakat terhadap layanan lingkungan yang dihadirkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bulukumba dalam Jambore Pelayanan Publik menjadi bukti bahwa pelayanan yang dekat dengan masyarakat semakin dibutuhkan.
Melalui kegiatan yang sebelumnya digelar di Kecamatan Kindang dan berlanjut di Desa Batang, Kecamatan Bontotiro, DLHK Bulukumba menghadirkan beragam layanan, mulai dari pengujian kualitas air gratis, penukaran sampah dengan sembako, konsultasi lingkungan, hingga pengecekan lokasi dalam atau luar kawasan hutan.
Kehadiran layanan tersebut mendapat sambutan positif dari warga yang memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh pelayanan sekaligus menambah pengetahuan tentang pentingnya menjaga kualitas lingkungan.
Kepala DLHK Kabupaten Bulukumba, Emil Yusri, mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat selama pelaksanaan Jambore Pelayanan Publik. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk mendekatkan layanan lingkungan kepada warga tanpa harus datang langsung ke kantor dinas.
“Selama pelaksanaan jambore, masyarakat antusias membawa sampel air dari rumah masing-masing untuk diuji secara gratis di stand DLHK. Hasil pengujian dapat diketahui saat itu juga sehingga masyarakat memperoleh informasi awal mengenai kondisi air yang mereka gunakan,” ujar Emil Yusri.
Selain pengujian kualitas air, warga juga memanfaatkan layanan penukaran sampah dengan sembako berupa minyak goreng, sabun cuci piring, dan detergen pakaian. Sebagian warga lainnya memilih untuk menabung sampah melalui bank sampah DLHK.
DLHK juga menyediakan drop box untuk menampung sampah bahan berbahaya dan beracun (B3), memberikan edukasi pemilahan sampah, termasuk bagi sekolah-sekolah yang mengikuti program Adiwiyata, serta membuka layanan konsultasi perizinan dan pengaduan lingkungan. Masyarakat juga dapat berkonsultasi mengenai status lokasi, apakah berada di dalam atau di luar kawasan hutan.
Salah satu layanan yang menarik perhatian masyarakat adalah pengujian kualitas air oleh UPT Laboratorium Lingkungan DLHK Bulukumba.
Pada pelaksanaan Jambore Pelayanan Publik di Kecamatan Kindang, petugas melakukan pengujian terhadap tujuh sampel air milik masyarakat. Salah satunya merupakan sampel mata air di lingkungan SMP Negeri 37 Kindang.
Hasil pemeriksaan menunjukkan nilai pH sebesar 3,7, yang mengindikasikan kondisi air bersifat asam dan memerlukan perhatian serta pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kelayakannya sesuai peruntukan.
Sementara itu, pada pelaksanaan jambore di Kecamatan Bontotiro, petugas menguji tiga sampel air, salah satunya berasal dari sumur warga. Sampel tersebut menunjukkan nilai pH sebesar 7,2.
Selain melakukan pengujian, petugas UPT Laboratorium Lingkungan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengetahui kualitas sumber air yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Masyarakat mendapatkan akses pelayanan pengujian kualitas air sekaligus memahami kondisi air yang mereka gunakan. Hasil pengujian ini juga menjadi informasi awal bagi masyarakat untuk menentukan langkah pengelolaan atau pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Emil.
Ia menambahkan, hasil pengukuran pH merupakan salah satu indikator kualitas air. Untuk memastikan kelayakan air sesuai peruntukannya, diperlukan pemeriksaan parameter lain sesuai standar yang berlaku.
Tidak hanya menghadirkan pelayanan di dalam stand, DLHK Bulukumba juga mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lokasi kegiatan.
Petugas kebersihan bersama staf DLHK, dengan dukungan pihak sekolah dan warga sekitar, melaksanakan aksi bersih-bersih di area Jambore Pelayanan Publik Kecamatan Bontotiro.
Dari kegiatan tersebut, tim gabungan berhasil mengangkut sekitar 920 kilogram sampah. Sampah yang mendominasi terdiri atas sampah plastik, sampah organik, dan residu.
Aksi ini menjadi contoh bahwa penyelenggaraan pelayanan publik perlu diiringi dengan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Siap Hadir di Jambore Pelayanan Publik Kecamatan Kajang
Setelah memberikan pelayanan di Kecamatan Kindang dan Bontotiro, DLHK Bulukumba menyatakan kesiapan untuk kembali berpartisipasi dalam Jambore Pelayanan Publik berikutnya yang akan digelar di Kecamatan Kajang pada 7–8 Oktober 2026 mendatang.
Kehadiran DLHK di Kajang diharapkan kembali membuka akses pelayanan lingkungan yang lebih mudah bagi masyarakat, termasuk bagi warga yang ingin memeriksakan kualitas air, berkonsultasi mengenai persoalan lingkungan, serta memperoleh edukasi pengelolaan sampah.
Melalui partisipasi berkelanjutan dalam Jambore Pelayanan Publik, DLHK Bulukumba berkomitmen menghadirkan pelayanan yang mudah dijangkau, informatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Tentu kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan, mengelola sampah dengan benar, dan memastikan kualitas sumber air merupakan tanggung jawab bersama demi lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.(*)
DLHK Bulukumba Hadirkan Uji Air Gratis hingga Tukar Sampah Jadi Sembako, Siap Layani Warga Kajang
Bulukumba,– Antusiasme masyarakat terhadap layanan lingkungan yang dihadirkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bulukumba dalam Jambore Pelayanan Publik menjadi bukti bahwa pelayanan yang dekat dengan masyarakat semakin dibutuhkan.
Melalui kegiatan yang sebelumnya digelar di Kecamatan Kindang dan berlanjut di Desa Batang, Kecamatan Bontotiro, DLHK Bulukumba menghadirkan beragam layanan, mulai dari pengujian kualitas air gratis, penukaran sampah dengan sembako, konsultasi lingkungan, hingga pengecekan lokasi dalam atau luar kawasan hutan.
Kehadiran layanan tersebut mendapat sambutan positif dari warga yang memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh pelayanan sekaligus menambah pengetahuan tentang pentingnya menjaga kualitas lingkungan.
Kepala DLHK Kabupaten Bulukumba, Emil Yusri, mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat selama pelaksanaan Jambore Pelayanan Publik. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk mendekatkan layanan lingkungan kepada warga tanpa harus datang langsung ke kantor dinas.
“Selama pelaksanaan jambore, masyarakat antusias membawa sampel air dari rumah masing-masing untuk diuji secara gratis di stand DLHK. Hasil pengujian dapat diketahui saat itu juga sehingga masyarakat memperoleh informasi awal mengenai kondisi air yang mereka gunakan,” ujar Emil Yusri.
Selain pengujian kualitas air, warga juga memanfaatkan layanan penukaran sampah dengan sembako berupa minyak goreng, sabun cuci piring, dan detergen pakaian. Sebagian warga lainnya memilih untuk menabung sampah melalui bank sampah DLHK.
DLHK juga menyediakan drop box untuk menampung sampah bahan berbahaya dan beracun (B3), memberikan edukasi pemilahan sampah, termasuk bagi sekolah-sekolah yang mengikuti program Adiwiyata, serta membuka layanan konsultasi perizinan dan pengaduan lingkungan. Masyarakat juga dapat berkonsultasi mengenai status lokasi, apakah berada di dalam atau di luar kawasan hutan.
Salah satu layanan yang menarik perhatian masyarakat adalah pengujian kualitas air oleh UPT Laboratorium Lingkungan DLHK Bulukumba.
Pada pelaksanaan Jambore Pelayanan Publik di Kecamatan Kindang, petugas melakukan pengujian terhadap tujuh sampel air milik masyarakat. Salah satunya merupakan sampel mata air di lingkungan SMP Negeri 37 Kindang.
Hasil pemeriksaan menunjukkan nilai pH sebesar 3,7, yang mengindikasikan kondisi air bersifat asam dan memerlukan perhatian serta pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kelayakannya sesuai peruntukan.
Sementara itu, pada pelaksanaan jambore di Kecamatan Bontotiro, petugas menguji tiga sampel air, salah satunya berasal dari sumur warga. Sampel tersebut menunjukkan nilai pH sebesar 7,2.
Selain melakukan pengujian, petugas UPT Laboratorium Lingkungan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengetahui kualitas sumber air yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Masyarakat mendapatkan akses pelayanan pengujian kualitas air sekaligus memahami kondisi air yang mereka gunakan. Hasil pengujian ini juga menjadi informasi awal bagi masyarakat untuk menentukan langkah pengelolaan atau pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Emil.
Ia menambahkan, hasil pengukuran pH merupakan salah satu indikator kualitas air. Untuk memastikan kelayakan air sesuai peruntukannya, diperlukan pemeriksaan parameter lain sesuai standar yang berlaku.
Tidak hanya menghadirkan pelayanan di dalam stand, DLHK Bulukumba juga mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lokasi kegiatan.
Petugas kebersihan bersama staf DLHK, dengan dukungan pihak sekolah dan warga sekitar, melaksanakan aksi bersih-bersih di area Jambore Pelayanan Publik Kecamatan Bontotiro.
Dari kegiatan tersebut, tim gabungan berhasil mengangkut sekitar 920 kilogram sampah. Sampah yang mendominasi terdiri atas sampah plastik, sampah organik, dan residu.
Aksi ini menjadi contoh bahwa penyelenggaraan pelayanan publik perlu diiringi dengan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Siap Hadir di Jambore Pelayanan Publik Kecamatan Kajang
Setelah memberikan pelayanan di Kecamatan Kindang dan Bontotiro, DLHK Bulukumba menyatakan kesiapan untuk kembali berpartisipasi dalam Jambore Pelayanan Publik berikutnya yang akan digelar di Kecamatan Kajang pada 7–8 Oktober 2026 mendatang.
Kehadiran DLHK di Kajang diharapkan kembali membuka akses pelayanan lingkungan yang lebih mudah bagi masyarakat, termasuk bagi warga yang ingin memeriksakan kualitas air, berkonsultasi mengenai persoalan lingkungan, serta memperoleh edukasi pengelolaan sampah.
Melalui partisipasi berkelanjutan dalam Jambore Pelayanan Publik, DLHK Bulukumba berkomitmen menghadirkan pelayanan yang mudah dijangkau, informatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Tentu kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan, mengelola sampah dengan benar, dan memastikan kualitas sumber air merupakan tanggung jawab bersama demi lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.(*)


















