Viral Bayi Nakla, Pemkab Bulukumba: Pemerintah Setempat Telah Beri Perhatian kepada Bayi dan Keluarganya

  • Bagikan

Bulukumba,– Menanggapi informasi viral di media sosial mengenai bayi Nakla yang diasuh oleh neneknya dalam kondisi sakit, Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui pemerintah setempat di Kelurahan Loka, Kecamatan Ujungbulu, menyampaikan bahwa perhatian terhadap bayi tersebut telah dilakukan, termasuk melalui pelayanan Posyandu secara berkala sebelum bayi jatuh sakit.

Plt. Kabid Humas Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad, bahwa pihaknya perlu menyampaikan informasi secara utuh agar masyarakat memperoleh gambaran yang berimbang mengenai kondisi bayi Nakla dan perhatian yang telah diberikan oleh pemerintah setempat.

banner 300x600

Bayi Nakla selama ini berada dalam pengasuhan neneknya, Raniah, yang sehari-hari bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga melalui pekerjaan informal, seperti mencari kerang dan rumput laut serta menjadi buruh tani saat musim panen.

Nakla berada dalam pengasuhan neneknya, setelah ibu bayi meninggal 10 hari sesudah melahirkan. Sementara ayah bayi bekerja di luar daerah.

Menurut keterangan neneknya, Nakla mulai mengalami sakit sekitar 10 hari sebelum dibawa ke rumah sakit. Selama masa tersebut, bayi mengalami kesulitan menerima asupan susu maupun makanan dan sempat mengalami kejang disertai demam di rumah. Terdapat pula informasi mengenai riwayat bayi pernah terjatuh, sebagaimana disampaikan oleh neneknya.

Karena keterbatasan yang dihadapi, Nakla belum segera dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Kondisinya kemudian diketahui oleh pihak lain setelah informasi disampaikan oleh anggota keluarga kepada relawan.

Pada Selasa malam, 20 Oktober 2026, bayi Nakla akhirnya dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD H. Andi Sulthan Dg Radja untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan informasi awal, bayi tersebut mengalami demam, memiliki riwayat kejang, serta mengalami infeksi saluran pernapasan.

Saat ini, Nakla telah mendapatkan penanganan dari dokter spesialis anak dan berada dalam perawatan tenaga medis.

“Pemerintah setempat, khususnya Kelurahan Loka bersama kader Posyandu, telah memberikan perhatian kepada bayi Nakla. Sebelum mengalami sakit, Nakla juga telah mendapatkan pelayanan Posyandu secara berkala,” ungkap Andi Ayatullah Ahmad.

Ia menambahkan, nenek Nakla selama ini tercatat sebagai penerima bantuan pangan dari pemerintah dan layanan kesehatan melalui Posyandu. Hal ini menunjukkan bahwa keluarga tersebut telah terjangkau oleh program perlindungan sosial pemerintah.

Meski demikian, peristiwa ini menjadi pengingat bersama bahwa kepedulian terhadap masyarakat rentan perlu terus diperkuat. Komunikasi antara keluarga, lingkungan sekitar, pemerintah setempat, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan menjadi penting agar kondisi yang membutuhkan pertolongan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Saat ini, Baznas dan para relawan Bulukumba juga telah memberikan bantuan kepada bayi dan keluarganya untuk meringankan beban hidup keluarga Nakla.

606 Posyandu Era Baru Perkuat Pelayanan Dasar Masyarakat

Kabupaten Bulukumba saat ini memiliki 606 Posyandu Era Baru yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan dasar masyarakat.

Posyandu memiliki peran penting dalam pemantauan tumbuh kembang anak, pelayanan kesehatan ibu dan anak, edukasi kesehatan keluarga, serta deteksi dini terhadap kondisi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Melalui peran kader Posyandu yang bersinergi dengan pemerintah desa dan kelurahan serta tenaga kesehatan, pemerintah terus mendorong agar pelayanan dasar semakin mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk keluarga yang menghadapi keterbatasan sosial dan ekonomi.

Andi Ayatullah Ahmad juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Apabila menemukan bayi, anak-anak, atau warga lainnya yang membutuhkan pertolongan, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat, kader Posyandu, maupun petugas kesehatan agar bantuan dan penanganan dapat diberikan dengan cepat.

“Fokus kita saat ini adalah memastikan Nakla mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan. Termasuk urusan mendapatkan BPJS Kesehatan bantuan pemerintah,” pintanya.

Olehnya itu kejadian ini juga mengingatkan kita bahwa kepedulian dan komunikasi bersama sangat penting agar masyarakat yang membutuhkan pertolongan dapat segera terjangkau oleh layanan pemerintah.(*)

Viral Bayi Nakla, Pemkab Bulukumba: Pemerintah Setempat Telah Beri Perhatian kepada Bayi dan Keluarganya

Bulukumba,– Menanggapi informasi viral di media sosial mengenai bayi Nakla yang diasuh oleh neneknya dalam kondisi sakit, Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui pemerintah setempat di Kelurahan Loka, Kecamatan Ujungbulu, menyampaikan bahwa perhatian terhadap bayi tersebut telah dilakukan, termasuk melalui pelayanan Posyandu secara berkala sebelum bayi jatuh sakit.

Plt. Kabid Humas Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad, bahwa pihaknya perlu menyampaikan informasi secara utuh agar masyarakat memperoleh gambaran yang berimbang mengenai kondisi bayi Nakla dan perhatian yang telah diberikan oleh pemerintah setempat.

Bayi Nakla selama ini berada dalam pengasuhan neneknya, Raniah, yang sehari-hari bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga melalui pekerjaan informal, seperti mencari kerang dan rumput laut serta menjadi buruh tani saat musim panen.

Nakla berada dalam pengasuhan neneknya, setelah ibu bayi meninggal 10 hari sesudah melahirkan. Sementara ayah bayi bekerja di luar daerah.

Menurut keterangan neneknya, Nakla mulai mengalami sakit sekitar 10 hari sebelum dibawa ke rumah sakit. Selama masa tersebut, bayi mengalami kesulitan menerima asupan susu maupun makanan dan sempat mengalami kejang disertai demam di rumah. Terdapat pula informasi mengenai riwayat bayi pernah terjatuh, sebagaimana disampaikan oleh neneknya.

Karena keterbatasan yang dihadapi, Nakla belum segera dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Kondisinya kemudian diketahui oleh pihak lain setelah informasi disampaikan oleh anggota keluarga kepada relawan.

Pada Selasa malam, 20 Oktober 2026, bayi Nakla akhirnya dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD H. Andi Sulthan Dg Radja untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan informasi awal, bayi tersebut mengalami demam, memiliki riwayat kejang, serta mengalami infeksi saluran pernapasan.

Saat ini, Nakla telah mendapatkan penanganan dari dokter spesialis anak dan berada dalam perawatan tenaga medis.

“Pemerintah setempat, khususnya Kelurahan Loka bersama kader Posyandu, telah memberikan perhatian kepada bayi Nakla. Sebelum mengalami sakit, Nakla juga telah mendapatkan pelayanan Posyandu secara berkala,” ungkap Andi Ayatullah Ahmad.

Ia menambahkan, nenek Nakla selama ini tercatat sebagai penerima bantuan pangan dari pemerintah dan layanan kesehatan melalui Posyandu. Hal ini menunjukkan bahwa keluarga tersebut telah terjangkau oleh program perlindungan sosial pemerintah.

Meski demikian, peristiwa ini menjadi pengingat bersama bahwa kepedulian terhadap masyarakat rentan perlu terus diperkuat. Komunikasi antara keluarga, lingkungan sekitar, pemerintah setempat, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan menjadi penting agar kondisi yang membutuhkan pertolongan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Saat ini, Baznas dan para relawan Bulukumba juga telah memberikan bantuan kepada bayi dan keluarganya untuk meringankan beban hidup keluarga Nakla.

606 Posyandu Era Baru Perkuat Pelayanan Dasar Masyarakat

Kabupaten Bulukumba saat ini memiliki 606 Posyandu Era Baru yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan dasar masyarakat.

Posyandu memiliki peran penting dalam pemantauan tumbuh kembang anak, pelayanan kesehatan ibu dan anak, edukasi kesehatan keluarga, serta deteksi dini terhadap kondisi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Melalui peran kader Posyandu yang bersinergi dengan pemerintah desa dan kelurahan serta tenaga kesehatan, pemerintah terus mendorong agar pelayanan dasar semakin mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk keluarga yang menghadapi keterbatasan sosial dan ekonomi.

Andi Ayatullah Ahmad juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Apabila menemukan bayi, anak-anak, atau warga lainnya yang membutuhkan pertolongan, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat, kader Posyandu, maupun petugas kesehatan agar bantuan dan penanganan dapat diberikan dengan cepat.

“Fokus kita saat ini adalah memastikan Nakla mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan. Termasuk urusan mendapatkan BPJS Kesehatan bantuan pemerintah,” pintanya.

Olehnya itu kejadian ini juga mengingatkan kita bahwa kepedulian dan komunikasi bersama sangat penting agar masyarakat yang membutuhkan pertolongan dapat segera terjangkau oleh layanan pemerintah.(*)

banner 970x200Example 728x250
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *