Menyiapkan Generasi Hebat, Bunda PAUD Sidrap Gaungkan Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah

  • Bagikan

Menyiapkan generasi hebat harus dimulai sejak usia dini. Kesadaran ini menguatkan langkah Bunda PAUD Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Haslindah Syaharuddin, menggaungkan Wajib Belajar Satu Tahun Pendidikan Prasekolah sebagai fondasi menuju masa depan anak yang lebih baik.

Melalui Sosialisasi dan Advokasi Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah, Haslindah mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk bergerak bersama memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar sebelum memasuki sekolah dasar.

banner 300x600

Kegiatan tersebut resmi dibuka Haslindah Syaharuddin di UPT SMP Negeri 2 Pangsid, Jumat (30/10/2026), dengan melibatkan pemangku kepentingan pendidikan dari tingkat desa/kelurahan hingga kabupaten.

Gerakan yang diinisiasi Bunda PAUD Sidrap ini menjadi langkah nyata membangun kesadaran bersama bahwa pendidikan anak tidak dimulai saat masuk sekolah dasar, tetapi sejak usia prasekolah.

Bagi Haslindah, gerakan ini juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan cita-cita wajib belajar 13 tahun di Sidrap.

“Selama ini kami mengampanyekan wajib belajar 13 tahun. Ini salah satu rangkaian kita, kita mulai dengan wajib belajar 1 tahun pendidikan prasekolah,” kata Haslindah.

Ia menilai usia dini merupakan fase penting dalam membentuk fondasi kecerdasan, karakter, dan akhlak anak. Karena itu, kesempatan memperoleh pendidikan sejak prasekolah perlu dipastikan bagi setiap anak.

“Pendidikan usia dini ini merupakan pondasi awal kecerdasan anak kita dan untuk berakhlak mulia,” ujar Ketua TP PKK Sidrap tersebut.

Haslindah juga mendorong agar sosialisasi dan advokasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi diwujudkan melalui gerakan bersama hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.

Peran Bunda PAUD di setiap wilayah dinilai penting untuk memastikan program tersebut menjangkau seluruh anak yang membutuhkan akses pendidikan prasekolah.

Dukungan terhadap gerakan tersebut juga disampaikan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif yang hadir sebagai pemateri. Ia memaparkan kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan wajib belajar satu tahun pendidikan prasekolah.

Syaharuddin menegaskan, pemerintah akan melakukan pendataan dan penanganan terhadap anak yang belum mendapatkan akses pendidikan.

“Yang mau dikerja itu anak tidak sekolah, mau dituntaskan supaya anak tersebut bersekolah,” tegasnya.

Selain memastikan anak bersekolah, pemerintah juga akan membenahi sarana pendidikan PAUD dan TK agar menjadi ruang belajar yang layak dan nyaman.

“Sekolah-sekolah PAUD dan TK mau kita renovasi supaya bagus, supaya anak nyaman belajarnya, anak bisa bertumbuh kembang,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah mengajak guru, Bunda PAUD desa/kelurahan, dan seluruh masyarakat ikut mengambil bagian dalam memastikan tidak ada anak yang terputus dari pendidikan.

Ia mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan anak di lingkungan sekitar yang belum bersekolah.

“Kalau ada anak tetangga kita yang tidak bersekolah, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti. Kita cari tahu apa kendalanya, sehingga bisa dibantu,” ujar Nurkanaah.

Menurutnya, anak tidak bersekolah bisa disebabkan berbagai faktor. Karena itu, pemerintah perlu mengetahui kendala yang dihadapi agar bantuan dan intervensi yang diberikan sesuai kebutuhan.

Ketua PGRI Sidrap itu menegaskan, keberhasilan program wajib belajar bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan sekolah, melainkan membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas Pendidikan Sirajuddin, Bunda PAUD Kecamatan, Bunda PAUD desa/kelurahan, para kepala sekolah SMP se-Kabupaten Sidrap, PKG Satuan PAUD, koordinator wilayah, serta para pengawas.

Pewarta: REZKY MUBARAK
Editor: NURYADIN SUKRI

banner 970x200Example 728x250
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *