Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejak Rabu malam (3/7/2024) menyebabkan banjir di enam kecamatan Kabupaten Sidrap. Enam kecamatan itu yakni Maritengngae, Tellu Limpoe, Baranti, Panca Rijang, Watang Sidenreng, dan Dua Pitue.
Pemerintah Kabupaten Sidrap langsung menerjunkan Tim TRC BPBD, Tagana, serta aparat desa/kelurahan setempat untuk melakukan langkah penanganan. Didukung aparat TNI dan kepolisian, mereka juga melakukan evakuasi bagi korban terjebak banjir, Kamis (4/7/2024).
Kepala Pelaksana BPBD Sidrap, H. Sudarmin menyebut, evakuasi korban terjebak banjir dilakukan di Kelurahan Wala Kecamatan Maritengngae, di jalan Poros Sidrap- Pinrang, jalan poros Sidrap-Soppeng, jalan poros Trans Sulawesi.
Berikut data dampak banjir yang terjadi di 6 kecamatan:
KECAMATAN MARITENGNGAE
Kelurahan Wala
± 118 unit rumah terendam
1 sekolah terendam (SD 2 Pangkajene)
Kelurahan Majelling
± 34 unit rumah terendam
1 sekolah terendam (SD 6 Pangkajene)
Kelurahan Lakessi
± 57 unit rumah terendam
± 24 Ha sawah terendam
Kelurahan Lautang Benteng
1 sarana pemerintah terendam (Kantor Kelurahan Lautang Benteng)
1 sarana pendidikan terendam ( SD 14 Pangkajene)
KECAMATAN TELLU LIMPOE
Desa Teteaji
± 51 unit rumah terendam
KECAMATAN BARANTI
Kelurahan Baranti
1 sarana pendidikan terendam (SD 1 Baranti)
Kelurahan Panreng
± 43 unit rumah terendam
1 sarana pemerintah
2 sarana pendidikan (SD 2 Benteng & SLTP 2 Baranti)
Kelurahan Duampanua
± 7 unit rumah terendam
Kelurahan Manisa
± 90 rumah terendam
Desa Tonrong Rijang
± 18 unit rumah terendam
KECAMATAN PANCA RIJANG
Kelurahan Rappang
1 unit rumah rusak sedang (An. La Saleng)
1 tanggul rusak dengan panjang ± 17 meter
KECAMATAN DUA PITUE
Desa Salobukkang
Jalan Dusun II Pakkasalo Desa Salobukkang Kec. Dua Pitue ambruk dengan panjang ± 500 meter
KECAMATAN WATANG SIDENRENG
Kelurahan Kanyuara
± 100 unit rumah terendam
2 Sarana Pendidikan terendam
(SD 3 & SD 4 Watsid)
Pustu Kanyuara terendam
Desa Aka-akae
± 200 unit rumah terendam
1 Sarana Pendidikan terendam
(SDN 5 Watsid)