Gedung Kesenian Ammatoa kini berdiri megah di jantung Kota Bulukumba—sebuah karya monumental yang lahir dari ide cemerlang Karaeng Utta, ide yang pada awalnya nyaris tak terbaca oleh banyak orang. Sebuah konsep besar yang sempat membuat sebagian besar masyarakat Bulukumba “buta arah” dalam membayangkannya, namun hari ini menjelma menjadi kenyataan yang tak terbantahkan. Bangunan ini bukan sekadar gedung, melainkan simbol lompatan peradaban, ikon baru Bulukumba yang tak pernah terlintas dalam benak siapa pun sebelumnya.
Kehadiran Gedung Kesenian Ammatoa layak disebut sebagai bangunan fundamental yang luar biasa—sebuah kado penghujung tahun yang megah bagi masyarakat Bulukumba. Ia berdiri seolah menantang logika lama, dan bila disandingkan dengan Gedung Phinisi yang telah lebih dulu hadir, keduanya pantas disebut sebagai “menara kembar” kebanggaan daerah. Gedung Phinisi dengan konsep perkantoran modern, dan Gedung Ammatoa sebagai pusat ekspresi seni dan budaya, menjadi dua penanda kuat transformasi Bulukumba menuju wajah kekinian yang modern dan berkelas.
Semua ini berangkat dari apa yang mungkin oleh sebagian orang disebut sebagai “ide gila” Karaeng Utta—ide yang sulit dipercaya akan terwujud, apalagi diwujudkan dengan kemegahan dan keindahan seperti hari ini. Namun justru dari keberanian berpikir di luar kebiasaan itulah lahir karya besar yang mengubah lanskap kota dan cara pandang masyarakatnya.
Tentu, sehebat apa pun pemerintah hari ini membangun dan mentransformasi Bulukumba lama menjadi Bulukumba modern, para pembenci akan tetap ada, hujatan akan selalu menemukan jalannya. Namun capaian monumental ini tidak boleh berhenti pada rasa kagum semata. Ia harus ditopang oleh semangat kerja dan kinerja aparatur yang berkualitas, profesional, dan berintegritas, agar kemegahan fisik sejalan dengan kemajuan pelayanan dan tata kelola pemerintahan.
Gedung Kesenian Ammatoa yang kini hadir dengan kemegahan dan keindahannya adalah bukti nyata karya seorang pemimpin dengan gagasan besar—pemimpin dengan isi kepala yang melampaui bayangan umum tentang seorang bupati di mana pun. Ia bukan hanya membangun gedung, tetapi membangun mimpi, kepercayaan, dan arah baru bagi Bulukumba.













