Perkara Narkotika mendominasi di Pengadilan Negeri Sidrap

oleh -20 views

Sidrap — Sepanjang tahun 2022 ada 257 perkara pidana yang masuk di Pengadilan Negeri Sidrap, namun kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika masih menempati rangking pertama dalam sidang perkara pidana di Pengadilan Negeri Sidrap, hal tersebut menunjukkan bahwa bahwa pidana narkotika masih dominan atau mendominasi di Sidrap.

“dari register kami yang juga dipublikasi dan diinformasikan melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Sidrap ada 257 perkara pidana biasa di tahun 2022, 142 diantaranya merupakan pidana narkotika atau sekitar 56% sedangkan selebihnya adalah perkara pencurian, penganiyaan, penipuan, dan tindak pidana umum lainnya” kata Ketua Pengadilan Negeri Sidrap, Jumadi Apri Ahmad.

Selanjutnya ada 19 perkara pidana Informasi dan Transaksi Elektronik, diantaranya pencemaran nama baik, penipuan online atau yang dikenal oleh masyarakat dengan sebutan “Sobis”, dan kecurangan CASN. Juga ada 17 perkara pidana khusus Anak.

Dan sebanyak 56 perkara perdata yang didominasi oleh perbuatan melawan hukum terkait sengketa tanah dan ada 72 permohonan.

Ada 416 total dari keseluruhan perkara yang masuk sepanjang tahun2022 dan yang diselesaikan berdasarkan persentase rasio penangan perkara sebanyak 88,70% dan sisa perkara tahun lalu yang saat ini masih berjalan di Pengadilan Negeri Sidrap adalah 26 perkara pidana biasa, 19 perkara perdata gugatan, 2 perlawanan/bantahan, dan 3 permohonan;
untuk perkara pidana sekitar 90% diselesaikan sepanjang tahun 2022 dan 10% sisanya akan diselesaikan di tahun 2023 sedangkan untuk perkara perdata yang diselesaikan sekitar 60%.

Jumadi mengatakan rata-rata penyelesaian perkara pidana membutuhkan waktu paling lama 2 bulan sampai dengan putusan sedangkan untuk perkara perdata memang mebutuhkan waktu yang lebih lama yaitu sekitar 5 bulan berikut dengan waktu untuk mediasi.

Namun Pengadilan Negeri Sidrap berkomitmen untuk terus meningkatkan kenerja dalam melakukan tugasnya sebagai lembaga yudikatif. (Sumber: Humas PN Sidrap*/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.