Bulukumba – Suasana berbeda terlihat di SMK Negeri 2 Bulukumba selama sepekan terakhir. Bukan sekadar ujian tulis, siswa kelas XII dari empat jurusan unggulan unjuk gigi dalam Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan Ujian Sekolah berbasis praktik. Laboratorium, bengkel, dapur, hingga lahan pertanian sekolah disulap menjadi arena pembuktian keterampilan siswa di hadapan penguji.
Kepala SMK Negeri 2 Bulukumba, Andi Baso Lolo, S.P., menegaskan UKK dan Ujian Sekolah tahun ajaran 2025/2026 ini dirancang menyerupai kondisi kerja sesungguhnya. “Ini bukan hanya soal lulus atau tidak. UKK adalah tiket siswa menuju dunia industri. Kami hadirkan penguji internal dan eksternal, siapkan alat standar industri, dan pastikan setiap prosedur sesuai SOP kerja,” tegasnya.
Di laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), detik-detik terasa tegang saat siswa satu per satu merakit kabel jaringan. Dengan cekatan mereka mengupas kabel UTP, menyusun delapan warna kabel sesuai standar TIA/EIA, mengunci konektor RJ-45 dengan tang crimping, hingga membuktikan hasilnya lewat lampu indikator LAN tester yang menyala sempurna. Satu kesalahan urutan warna berarti gagal koneksi.
Pindah ke bengkel Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), aroma oli dan suara kunci pas mendominasi. Seorang siswa berseragam wearpack Honda dengan teliti membongkar mesin, mengidentifikasi kerusakan komponen, dan merakitnya kembali sesuai lembar kerja. Di sampingnya, penguji eksternal dari dunia industri mengawasi setiap langkah, memastikan kompetensi siswa sesuai kebutuhan bengkel resmi.
Sementara itu, di lahan praktik Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), deru traktor tangan memecah keheningan. Mengenakan APD lengkap dari helm proyek hingga sepatu boots, siswa mempraktikkan olah tanah sesuai teknik pertanian modern. Keselamatan kerja jadi poin utama: satu kesalahan prosedur bisa berakibat fatal saat mengoperasikan alsintan.
Tak kalah seru, dapur praktik Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) berubah jadi “dapur industri”. Siswi berseragam chef, masker, dan sarung tangan berjibaku dengan pisau, kompor, dan bahan baku. Mereka dituntut mengolah produk pangan sesuai resep, menjaga cita rasa, tampilan, dan yang paling penting: standar higiene sanitasi. Dari memotong hingga plating, semua dinilai.
UKK dan Ujian Sekolah ini dilaksanakan sejak awal pekan, (6/4), hingga beberapa hari berikutnya untuk mata pelajaran normatif, adaptif, dan produktif sesuai jadwal. Khusus produktif, setiap jurusan diuji langsung di teaching factory milik sekolah dengan perangkat dan sistem kerja yang mengacu pada dunia usaha dan dunia industri.
Melalui UKK dan Ujian Sekolah berbasis praktik ini, SMK Negeri 2 Bulukumba membuktikan komitmennya: meluluskan generasi terampil, tersertifikasi, dan siap jadi tenaga kerja kompeten yang langsung bisa menjawab tantangan industri.
By “Fachrul Malluluang
UKK DAN UJIAN SEKOLAH SMK NEGERI 2 BULUKUMBA: BUKTI NYATA KOMPETENSI SISWA JURUSAN TKJ, TBSM, ATPH, DAN APHP SIAP MASUK DUNIA KERJA
Bulukumba – Suasana berbeda terlihat di SMK Negeri 2 Bulukumba selama sepekan terakhir. Bukan sekadar ujian tulis, siswa kelas XII dari empat jurusan unggulan unjuk gigi dalam Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan Ujian Sekolah berbasis praktik. Laboratorium, bengkel, dapur, hingga lahan pertanian sekolah disulap menjadi arena pembuktian keterampilan siswa di hadapan penguji.
Kepala SMK Negeri 2 Bulukumba, Andi Baso Lolo, S.P., menegaskan UKK dan Ujian Sekolah tahun ajaran 2025/2026 ini dirancang menyerupai kondisi kerja sesungguhnya. “Ini bukan hanya soal lulus atau tidak. UKK adalah tiket siswa menuju dunia industri. Kami hadirkan penguji internal dan eksternal, siapkan alat standar industri, dan pastikan setiap prosedur sesuai SOP kerja,” tegasnya.
Di laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), detik-detik terasa tegang saat siswa satu per satu merakit kabel jaringan. Dengan cekatan mereka mengupas kabel UTP, menyusun delapan warna kabel sesuai standar TIA/EIA, mengunci konektor RJ-45 dengan tang crimping, hingga membuktikan hasilnya lewat lampu indikator LAN tester yang menyala sempurna. Satu kesalahan urutan warna berarti gagal koneksi.
Pindah ke bengkel Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), aroma oli dan suara kunci pas mendominasi. Seorang siswa berseragam wearpack Honda dengan teliti membongkar mesin, mengidentifikasi kerusakan komponen, dan merakitnya kembali sesuai lembar kerja. Di sampingnya, penguji eksternal dari dunia industri mengawasi setiap langkah, memastikan kompetensi siswa sesuai kebutuhan bengkel resmi.
Sementara itu, di lahan praktik Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), deru traktor tangan memecah keheningan. Mengenakan APD lengkap dari helm proyek hingga sepatu boots, siswa mempraktikkan olah tanah sesuai teknik pertanian modern. Keselamatan kerja jadi poin utama: satu kesalahan prosedur bisa berakibat fatal saat mengoperasikan alsintan.
Tak kalah seru, dapur praktik Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) berubah jadi “dapur industri”. Siswi berseragam chef, masker, dan sarung tangan berjibaku dengan pisau, kompor, dan bahan baku. Mereka dituntut mengolah produk pangan sesuai resep, menjaga cita rasa, tampilan, dan yang paling penting: standar higiene sanitasi. Dari memotong hingga plating, semua dinilai.
UKK dan Ujian Sekolah ini dilaksanakan sejak awal pekan, (6/4), hingga beberapa hari berikutnya untuk mata pelajaran normatif, adaptif, dan produktif sesuai jadwal. Khusus produktif, setiap jurusan diuji langsung di teaching factory milik sekolah dengan perangkat dan sistem kerja yang mengacu pada dunia usaha dan dunia industri.
Melalui UKK dan Ujian Sekolah berbasis praktik ini, SMK Negeri 2 Bulukumba membuktikan komitmennya: meluluskan generasi terampil, tersertifikasi, dan siap jadi tenaga kerja kompeten yang langsung bisa menjawab tantangan industri.
By “Fachrul Malluluang















