Kapolres Pnrang Dan Anggota DPRD Pinrang Duduk bareng Warga Di Atas Aspal Panas Soal Gas3 Kg Uang Lagi Susah

  • Bagikan
Oplus_0

Pinrang Duduk Bareng Warga di Aspal Panas: Soal Gas 3 Kg yang Lagi Susah

Pinrang 13 News : Di depan Kantor DPRD Kabupaten Pinrang, terik matahari siang itu kerasa banget. Tapi di tengah jalan, Kapolres Pinrang AKBP Edy Sabhara Manggabarani memilih nggak berdiri di belakang barikade.
Ia duduk. Lesehan. Bareng warga.Senin 31/8/26

banner 300x600

Di situlah Aliansi Masyarakat Pinrang menyampaikan keresahannya. Bukan soal politik besar. Isunya sederhana tapi bikin dapur nggak ngebul: LPG 3 kilogram langka.

“Mau masak, tabungnya kosong”
Jenderal Lapangan aksi, Bilgates, suaranya serak karena orasi dan panas.
“Aspirasi yang kami bawa hari ini itu keresahan masyarakat itu sendiri. Banyak masyarakat yang mau memasak, tetapi tabung gas tidak ada,” katanya.

Kalimat itu yang paling sering diulang ibu-ibu yang ikut duduk di pinggir jalan.. Ada yang baru pulang dari pasar dengan tangan kosong.

Duduk dulu, baru bicara
Alih-alih pakai pengeras suara dari mobil komando, Kapolres Edy justru nyamperin. Ia lepas atribut, duduk di aspal, dan dengerin satu-satu.
Mulai dari keluhan pangkalan yang jual di atas harga, sampai dugaan tabung bersubsidi muter ke tempat yang nggak berhak.

Warga nggak diminta orasi bergiliran. Mereka diajak ngobrol seperti di teras rumah.
“Kelangkaan ini bukan sehari dua hari, Pak. Kami cuma minta dicek beneran,” ujar salah satu peserta aksi.

Pendekatan itu bikin suasana yang awalnya tegang jadi cair. Nggak ada dorong-dorongan. Yang ada cuma botol air mineral dibagi-bagi.

Tuntutan warga: cek sampai ke akar
Ada 4 poin utama yang dibawa massa ke DPRD:
Sidak pangkalan: Turun langsung ke pangkalan yang diduga jual di luar ketentuan.
Audit distribusi: Dari agen sampai pangkalan, biar ketahuan di mana bocornya.
Harga sesuai HET: Pastikan di tingkat pangkalan nggak ada yang main harga.
Transparansi kuota: Berapa jatah tiap pangkalan, dan siapa yang berhak, dibuka ke publik.
Sanksi tegas: Kalau ada pangkalan bandel dan sering dikeluhkan, cabut izinnya.

DPRD dan Polisi: “Kami tindak lanjuti”
Perwakilan DPRD yang menemui massa, P. Barodding, Samsul Bahar, S.H., M.H., dan Muh. Dahlan, menerima langsung lembaran tuntutan itu.

“Kami akan tindak lanjuti tuntutan adik-adik dan akan memeriksa semua pangkalan. Apabila ditemukan pelanggaran, akan diberikan sanksi, termasuk pencabutan izin,” kata P. Barodding.

Sementara Kapolres Edy menegaskan tugasnya hari itu bukan cuma mengamankan.
“Polisi harus ada saat warga memperjuangkan haknya. Keamanan itu dimulai dari mau mendengar dulu,” ucapnya singkat sebelum berdiri dan salaman dengan peserta aksi satu per satu.

Ruang demokrasi di tengah panas
Hari itu nggak ada kerusuhan. Nggak ada bentrok. Yang ada cuma sekelompok warga dan aparat yang sama-sama berkeringat di aspal, bicara soal tabung gas 3 kg.

Bagi Polres Pinrang, menjaga kondusif bukan berarti membungkam. Justru dengan duduk bareng, kritik bisa sampai, dan hukum tetap jalan.

Di Pinrang siang itu, demokrasi rasanya sederhana: duduk, dengar, dan cari jalan keluar bareng. (*)

banner 970x200Example 728x250
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *