Korwil BGN Diminta Beri Kepastian, Terkait Tujuh SPPG Berhenti Layani Siswa di Pinrang

  • Bagikan

 

Pnrang, 13 News — Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, dilaporkan terhenti. Sedikitnya tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini melayani sekolah dan penerima manfaat disebut tidak lagi beroperasi.

banner 300x600

Tujuh SPPG tersebut masing-masing berada di Watang Sawitto Macorawalie 2, Tiroang, Watang Sawitto Penrang, Paleteang Lelengbata, Suppa Tasiwalie, Patampanua Benteng, serta Suppa Watang Suppa 2.

Penghentian layanan tersebut mulai dirasakan oleh sejumlah sekolah maupun orang tua siswa. Salah satunya terjadi di SDN 161 Pinrang, yang disebut sudah lebih dari sepekan tidak menerima penyaluran MBG.

Kepala SDN 161 Pinrang, Andi Hasiruddin, membenarkan kondisi tersebut.

“Betul, MBG tidak jalan sudah lebih satu minggu,” kata Andi Hasiruddin, Selasa (15/9/2026).

Menurut Andi, pihak sekolah hingga kini belum memperoleh penjelasan secara rinci mengenai penyebab terhentinya penyaluran program tersebut.

Ia menjelaskan, SDN 161 Pinrang selama ini mendapatkan layanan dari SPPG Pinrang Watang Sawitto Macorawalie 2, yang berlokasi di sekitar belakang PLN.

“Dapur yang layani sekolah saya, itu yang lokasinya di belakang PLN (SPPG Pinrang Watang Sawitto Macorawalie 2). Informasi dari pihak dapur sampai jangka waktu yang tidak ditentukan tidak jalan,” ungkapnya.

Terhentinya penyaluran MBG membuat pihak sekolah dan orang tua siswa berada dalam ketidakpastian. Belum adanya informasi mengenai kapan layanan kembali berjalan membuat orang tua harus kembali menyiapkan makanan atau bekal bagi anak sebelum berangkat ke sekolah.

Salah seorang orang tua siswa, Sahrul, juga mengaku belum mengetahui secara pasti alasan penghentian program tersebut.

Menurutnya, sebelum layanan MBG terhenti, program tersebut cukup membantu orang tua karena anak-anak mendapatkan makanan selama berada di sekolah.

Namun, setelah program dihentikan sementara, orang tua kembali harus menyiapkan bekal untuk anak.

“Dulu tidak perlu bawa bekal, sekarang mamaknya sibuk buatkan bekal,” ujar Sahrul.

Ia berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan secara terbuka mengenai alasan penghentian layanan MBG serta memastikan kapan program tersebut dapat kembali berjalan.

Korwil BGN Diminta Beri Penjelasan

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Kepala SPPG Pinrang Watang Sawitto Macorawalie 2, Asty Regina, yang telah dikonfirmasi terkait alasan penghentian operasional, belum memberikan respons.

Konfirmasi juga telah dilakukan kepada Korwil BGN Pinrang, Sudarti Dahsan, untuk meminta penjelasan terkait terhentinya operasional sejumlah SPPG di Kabupaten Pinrang.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, Sudarti Dahsan juga belum memberikan tanggapan.

Masyarakat, khususnya sekolah dan orang tua penerima manfaat, kini menunggu kepastian dari pihak terkait mengenai keberlanjutan program MBG di wilayah tersebut.

Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(*)

banner 970x200Example 728x250
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *