Hadapi Musim Kemarau Yang Diprediksi Berlangasung Cukup Panjang , Ini Yang Dilakukan Pemeritah Kabupaten Pinrang, Simak Ulasannya

  • Bagikan

Pinrang 13 News : Menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung cukup panjang, Pemerintah Kabupaten Pinrang bersama jajaran TNI, Polri, BPBD dan unsur terkait terus memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Apel Gelar Pasukan dalam rangka kesiapan menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang digelar di halaman Kepolisian Resor Pinrang, Selasa (11/8).

banner 300x600

Pada kesempatan ini, Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid, S.Sos didaulat menjadi inspektur apel.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Irwan membacakan sambutan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H. yang menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan berlangsung hingga September dan bersifat di bawah normal sehingga berpotensi menyebabkan kekeringan di hampir seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

Kondisi tersebut tentunya membutuhkan kesiapsiagaan bersama, mengingat cuaca yang kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, baik pada kawasan hutan maupun lahan masyarakat.

Olehnya itu, sejumlah langkah antisipasi perlu dilakukan secara bersama, di antaranya melalui deteksi dini, pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami Karhutla serta pemantauan titik panas atau hotspot secara aktif, khususnya pada wilayah yang dinilai rawan.

Pelibatan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD hingga masyarakat peduli api juga dinilai penting agar potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani sebelum meluas dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Selain itu, koordinasi dengan kementerian terkait juga terus didorong, termasuk melalui pembentukan posko terpadu guna mempercepat komunikasi dan penanganan apabila terjadi kondisi darurat.

Penegakan aturan terhadap pihak yang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

Bupati Irwan menambahkan, dampak musim kemarau di Kabupaten Pinrang tidak hanya berpotensi memicu kebakaran, tetapi juga mulai dirasakan pada sektor pertanian masyarakat, khususnya akibat terbatasnya pasokan air irigasi.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena keterbatasan air berpotensi menimbulkan persoalan di tengah masyarakat apabila tidak dikelola dengan baik.

“Musim kemarau ini juga memberikan dampak terhadap lahan-lahan pertanian masyarakat Pinrang. Kekurangan air irigasi tentunya harus kita antisipasi bersama agar tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat,” ungkap Bupati Irwan.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pinrang telah melakukan sejumlah langkah antisipasi melalui koordinasi lintas sektor bersama jajaran Forkopimda.

Upaya ini tidak hanya diarahkan pada pengelolaan sumber daya air, tetapi juga untuk mengajak masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan mengedepankan kebersamaan dalam menghadapi keterbatasan pasokan air.

Bupati Irwan berharap seluruh pihak dapat mengambil peran sesuai kewenangannya, sehingga kondisi kemarau yang cukup panjang ini tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Menurutnya, kesiapsiagaan sejak dini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, baik dalam mencegah terjadinya kebakaran yang dapat merusak lingkungan dan lahan produktif maupun menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat.

Dengan sinergi seluruh stakeholder dan dukungan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap potensi Karhutla dapat ditekan, lahan pertanian tetap terlindungi, serta kondisi sosial masyarakat tetap aman dan kondusif selama menghadapi musim kemarau.(*/)

banner 970x200Example 728x250
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *