Pemerintah Kabupaten Pinrang Berupaya Melindungi Sektor Pertanian Dari Ancaman Kekeringan, Ini Ulasannya

  • Bagikan

Pinrang 13 News ; Upaya Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam melindungi sektor pertanian dari ancaman kekeringan terus dilakukan.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan para petani tidak mengalami kerugian akibat berkurangnya debit air, terutama pada Bendungan Benteng yang selama ini menjadi sumber utama irigasi teknis bagi ribuan hektare lahan persawahan.

banner 300x600

Memasuki musim kemarau, berkurangnya pasokan air berpotensi mengganggu produktivitas pertanian.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) terus melakukan berbagai langkah antisipatif agar kebutuhan air irigasi masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Kepala Dinas SDABK Kabupaten Pinrang, Bachrumsyah, mengungkapkan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pemantauan di sejumlah kawasan persawahan yang berpotensi terdampak kekeringan.

Menurutnya, setiap laporan yang masuk dari masyarakat maupun pemerintah kecamatan akan segera ditindaklanjuti dengan turun langsung ke lapangan untuk melakukan penanganan, salah satunya melalui program pompanisasi dengan memanfaatkan sumber-sumber air yang masih tersedia di sekitar lokasi.

“Langkah ini kami lakukan agar lahan pertanian masyarakat tetap mendapatkan suplai air sehingga tanaman padi dapat terus tumbuh dengan baik dan petani terhindar dari risiko gagal panen,” ungkap Bachrumsyah.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, penanganan dampak kekeringan tidak dapat dilakukan sendiri.

Oleh karena itu, SDABK terus memperkuat koordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura serta instansi terkait lainnya agar setiap potensi persoalan dapat direspons secara cepat dan tepat.

Lebih lanjur, Bachrumsyah, mengungkapkan bahwa selain melakukan upaya teknis melalui pompanisasi, pihaknya juga membangun komunikasi intensif dengan seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan irigasi.

Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan pembagian suplai air irigasi teknis yang saat ini sangat terbatas akibat menurunnya debit air Bendungan Benteng.

“Kami berupaya agar distribusi air dapat dilakukan secara adil dan efektif sehingga seluruh areal persawahan tetap memperoleh kesempatan mendapatkan pengairan. Dengan komunikasi yang baik, potensi persoalan di lapangan dapat diminimalkan,” jelas Bachrumsyah.

Dirinya menambahkan, seluruh langkah yang dilakukan tersebut bermuara pada satu tujuan, yakni menjaga produktivitas pertanian Kabupaten Pinrang agar tetap terjaga serta memberikan rasa aman kepada para petani dalam menjalankan aktivitas budidayanya.

Melalui berbagai upaya antisipatif ini, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap para petani dapat terus berproduksi secara optimal meskipun dihadapkan pada tantangan musim kemarau.

Selain menjaga hasil panen dan pendapatan petani, langkah ini juga menjadi bagian penting dalam mempertahankan peran Kabupaten Pinrang sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.(*/)

banner 970x200Example 728x250
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *