PINRANG 13 News : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang terus berkomitmen meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak melalui pemenuhan gizi sejak dini. Sebagai langkah nyata, Pemkab Pinrang menyalurkan bantuan susu dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Cempa dan Lanrisang, pada Kamis (15/10).
Pelaksanaan program ini dimotori oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Pinrang, dengan menggandeng berbagai lintas sektor:
Dinas Kesehatan
Dinas Pendidikan
Dinas Sosial
Tim Penggerak PKK
Muslimat NU
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat program serta meningkatkan kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi anak.
Mendorong Tumbuh Kembang Optimal dan Pencegahan Stunting
Ketua TP PKK Kabupaten Pinrang, Sri Widiati A. Irwan, menyampaikan bahwa penyerahan bantuan susu ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dalam masa pertumbuhan sekaligus mendukung percepatan pencegahan stunting.
”Bantuan ini diharapkan menjadi stimulan bagi keluarga agar semakin memperhatikan asupan gizi anak sebagai bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal,” ujar Sri Widiati.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak tidak hanya menjadi beban keluarga, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Dengan asupan yang memadai, anak-anak di Kabupaten Pinrang diharapkan tumbuh sehat, memiliki daya tahan tubuh yang kuat, dan berkembang optimal sesuai usia.
Investasi Menuju Generasi Emas 2045
Lebih lanjut, Sri Widiati menekankan bahwa pemenuhan gizi sejak dini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM). Langkah ini menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi untuk menyongsong Generasi Emas 2045.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Pinrang berharap sinergi dan kolaborasi lintas sektor terus diperkuat secara berkelanjutan. Dampak jangka panjang yang diharapkan bukan sekadar dari bantuan fisik yang diterima, melainkan tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat demi masa depan generasi penerus.(*)

















