Langkah Jumriani, siswi kelas III SD Negeri 4 Kulo, dalam beraktivitas dan mengejar cita-cita mendapat perhatian dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Melalui program PGRI Peduli, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah menyerahkan bantuan santunan untuk renovasi kaki palsu yang digunakan Jumriani, Jumat (25/9/2026).
Nurkanaah yang merupakan Ketua PGRI Sidrap didampingi Kepala Dinas Sosial Wahidah Alwi, pengurus PGRI kabupaten, serta pengurus PGRI Cabang Kulo.
Nurkanaah mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian PGRI terhadap kondisi Jumriani yang membutuhkan kaki palsu baru atau renovasi.
Kaki palsu yang selama ini digunakan sudah tidak lagi sesuai dengan kondisi fisiknya.
“Kaki palsu Jumriani sebelumnya merupakan bantuan dari Dinas Sosial. Namun, saat ini sudah sulit digunakan karena ukurannya sudah kecil. Olehnya itu, kami bersama jajaran pengurus PGRI datang langsung untuk memberikan bantuan melalui PGRI Peduli,” ujar Nurkanaah.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu Jumriani kembali beraktivitas dengan lebih nyaman, terutama dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Nurkanaah juga berpesan kepada siswa SD Negeri 4 Kulo agar terus semangat belajar dan fokus menempuh pendidikan.
“Anak-anak harus tetap rajin belajar, semangat mengejar cita-cita dan jangan mudah menyerah dengan kondisi apa pun yang dihadapi,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidrap menjelaskan kaki palsu yang digunakan Jumriani telah dipakai selama kurang lebih dua tahun.
Menurutnya, pertumbuhan fisik Jumriani membuat ukuran kaki palsu tersebut tidak lagi sesuai sehingga tidak nyaman dan sulit digunakan.
“Kaki palsu ini sudah digunakan selama dua tahun. Karena Jumriani terus tumbuh dan berkembang, ukurannya menjadi kecil sehingga sudah tidak nyaman dan sulit digunakan,” jelasnya.
Wahidah mengapresiasi kepedulian PGRI Kabupaten Sidrap yang turut membantu kebutuhan Jumriani melalui program PGRI Peduli.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu Jumriani menjalani aktivitas sehari-hari dan mengikuti pembelajaran di sekolah dengan lebih nyaman, sehingga tetap dapat melangkah mengejar cita-citanya.


















