Pinrang 13 News : Penguatan ukhuwah Islamiyah dan pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, religius, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Melalui peran organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, upaya membangun karakter generasi muda diharapkan dapat terus diperkuat sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang, A. Calo Kerrang mewakili Bupati Pinrang, saat membuka secara resmi Silaturahmi Nasional (Silatnas) Badan Otonom Darud Dakwah wal Irsyad (Banom DDI) di Pondok Pesantren DDI Manahilil Ulum Kaballangan, Jumat (3/7), mewakili Bupati Pinrang.
Dalam sambutan tertulis Bupati Pinrang H.A.Irwan Hamid,S.Sos yang dibacakannya, Sekda A. Calo Kerrang menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Silatnas yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Kehadiran ribuan peserta ini, menurutnya, bukan hanya menjadi sebuah kehormatan bagi Kabupaten Pinrang, tetapi juga membawa semangat kebersamaan yang diharapkan semakin memperkuat peran DDI dalam memberikan manfaat bagi umat.
Mengangkat tema “Memperkuat Ukhuwah, Mengokohkan Peran Badan Otonom DDI untuk Umat, Bangsa dan Peradaban”, Sekda menilai tema tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Menurutnya, organisasi yang kuat lahir dari persaudaraan yang kokoh, semangat saling mendukung, serta keikhlasan dalam mengabdi kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Sekda juga mengangkat falsafah Bugis “Mali siparappe’, rebba sipatokkong, malilu sipakainge’” sebagai nilai luhur yang harus terus dijaga.
Nilai tersebut mengajarkan pentingnya saling menolong, saling menguatkan, dan saling mengingatkan, yang hingga kini tetap menjadi modal sosial dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan penuh kebersamaan.
Lebih lanjut, Sekda mengajak seluruh Badan Otonom DDI untuk terus melanjutkan perjuangan pendiri DDI, KH. Abdurrahman Ambo Dalle, melalui penguatan dakwah, pendidikan, pembinaan akhlak, serta pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Banom DDI diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, akhlakul karimah, dan kepedulian sosial yang tinggi.
Menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi, Sekda menegaskan bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai agama, budaya, serta jati diri bangsa.
“Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik semata, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, sinergi antara pemerintah, ulama, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan seperti DDI menjadi modal utama dalam menciptakan masyarakat yang religius, maju, harmonis, dan berkeadilan,” ungkap Sekda.
Pemerintah Kabupaten Pinrang, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap setiap upaya yang dilakukan DDI dalam bidang pendidikan, dakwah, maupun pemberdayaan masyarakat karena diyakini memberikan dampak positif yang besar bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Di akhir sambutan, Sekda berharap Silaturahmi Nasional Banom DDI ini tidak hanya menghasilkan berbagai keputusan organisasi, tetapi juga melahirkan semangat baru dalam memperkuat ukhuwah, meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, serta memperkokoh peran DDI dalam mencetak generasi yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi momentum penting dalam mempererat persaudaraan warga DDI sekaligus memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan umat, bangsa, dan daerah.(*/).


















