Tiga Tahun Berakhir, Air Mata Pecah di Gerbang SMKN 2 Bulukumba: “Terima Kasih Guru, Kami Pamit”

  • Bagikan

Bulukumba, (14/4/2026) – Bel tanda berakhirnya ujian terakhir pukul 11.30 WITA menjadi saksi bisu pecahnya tangis haru di SMKN 2 Bulukumba, Kelurahan Borong Rappoa, Kecamatan Kindang. Bukan karena soal yang sulit, melainkan karena tiga tahun perjuangan resmi berakhir.

Ratusan siswa kelas XII yang masih berseragam pramuka, seketika berhamburan keluar kelas dan berkumpul di halaman depan gerbang sekolah. Tanpa komando, mereka membentangkan tangan, bertepuk riuh, dan meneriakkan satu kalimat yang membuat bulu kuduk merinding: “Terima kasih Bapak Ibu Guruuu…!”

banner 300x600

Pemandangan itu menyayat hati. Di hadapan mereka, barisan guru hanya bisa membalas dengan lambaian tangan gemetar dan mata yang ikut berkaca-kaca. Tiga tahun mendidik, memarahi, menyayangi — semua lunas dalam satu teriakan tulus dari anak didiknya.

Nur Fitri, siswi kelas XII TKJ, yang matanya sudah sembab menahan tangis, mengaku aksi ini murni dari hati. “Ini hari terakhir kami pakai seragam ini. Kami cuma mau bilang terima kasih langsung. Di sekolah ini kami diajari bukan cuma soal jurusan, tapi juga soal jadi manusia. Tanpa bapak ibu guru, kami bukan siapa-siapa,” ucapnya lirih, suaranya bergetar.

Guru SMKN 2 Bulukumba, Nuryanti,S.Pd tak kuasa menahan haru. Dengan suara serak, beliau membalas, “Nak, kalian kado terindah kami. Tidak menyangka kalian sekompak ini. Tiga tahun keringat, marah, tawa kita bersama… semua terbayar lunas hari ini. Kalian boleh lulus dari sekolah ini, tapi jangan pernah lulus dari jadi orang baik. Bapak Ibu bangga.”

Momen ini menjadi penutup paling epik dari rangkaian Ujian Sekolah dan Uji Kompetensi Keahlian sepekan terakhir. Tidak ada perpisahan mewah, tidak ada pesta. Hanya ada pelukan jarak jauh, tepuk tangan, dan janji dalam hati antara murid dan gurunya.

Kini gerbang SMKN 2 Bulukumba kembali sepi. Ratusan siswanya pamit membawa ijazah, kenangan, dan satu pesan yang akan mereka bawa seumur hidup: guru adalah orang tua kedua yang tak pernah minta balas.

Pihak sekolah berharap, tradisi perpisahan penuh hormat ini akan terus hidup. Karena dari sekolah inilah, sekali lagi terbukti bahwa ilmu terbaik selalu dibungkus dengan adab dan rasa terima kasih.

Tiga Tahun Berakhir, Air Mata Pecah di Gerbang SMKN 2 Bulukumba: “Terima Kasih Guru, Kami Pamit”

Bulukumba, (14/4/2026) – Bel tanda berakhirnya ujian terakhir pukul 11.30 WITA menjadi saksi bisu pecahnya tangis haru di SMKN 2 Bulukumba, Kelurahan Borong Rappoa, Kecamatan Kindang. Bukan karena soal yang sulit, melainkan karena tiga tahun perjuangan resmi berakhir.

Ratusan siswa kelas XII yang masih berseragam pramuka, seketika berhamburan keluar kelas dan berkumpul di halaman depan gerbang sekolah. Tanpa komando, mereka membentangkan tangan, bertepuk riuh, dan meneriakkan satu kalimat yang membuat bulu kuduk merinding: “Terima kasih Bapak Ibu Guruuu…!”

Pemandangan itu menyayat hati. Di hadapan mereka, barisan guru hanya bisa membalas dengan lambaian tangan gemetar dan mata yang ikut berkaca-kaca. Tiga tahun mendidik, memarahi, menyayangi — semua lunas dalam satu teriakan tulus dari anak didiknya.

Nur Fitri, siswi kelas XII TKJ, yang matanya sudah sembab menahan tangis, mengaku aksi ini murni dari hati. “Ini hari terakhir kami pakai seragam ini. Kami cuma mau bilang terima kasih langsung. Di sekolah ini kami diajari bukan cuma soal jurusan, tapi juga soal jadi manusia. Tanpa bapak ibu guru, kami bukan siapa-siapa,” ucapnya lirih, suaranya bergetar.

Guru SMKN 2 Bulukumba, Nuryanti,S.Pd tak kuasa menahan haru. Dengan suara serak, beliau membalas, “Nak, kalian kado terindah kami. Tidak menyangka kalian sekompak ini. Tiga tahun keringat, marah, tawa kita bersama… semua terbayar lunas hari ini. Kalian boleh lulus dari sekolah ini, tapi jangan pernah lulus dari jadi orang baik. Bapak Ibu bangga.”

Momen ini menjadi penutup paling epik dari rangkaian Ujian Sekolah dan Uji Kompetensi Keahlian sepekan terakhir. Tidak ada perpisahan mewah, tidak ada pesta. Hanya ada pelukan jarak jauh, tepuk tangan, dan janji dalam hati antara murid dan gurunya.

Kini gerbang SMKN 2 Bulukumba kembali sepi. Ratusan siswanya pamit membawa ijazah, kenangan, dan satu pesan yang akan mereka bawa seumur hidup: guru adalah orang tua kedua yang tak pernah minta balas.

Pihak sekolah berharap, tradisi perpisahan penuh hormat ini akan terus hidup. Karena dari sekolah inilah, sekali lagi terbukti bahwa ilmu terbaik selalu dibungkus dengan adab dan rasa terima kasih.

banner 970x200 Example 728x250
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *