Tutup Roadshow Di Salimbongan, Kadis Kesehatan Pinrang Tinjau Pustu Malong Dan Apresiasi Inovasi”Pusaka Sakti”

  • Bagikan

 

PINRANG 13 News : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, dr. H. Ramli Yunus, M.Kes., menutup rangkaian roadshow 19 puskesmas dengan mengunjungi Puskesmas Salimbongan pada Sabtu, 12 September 2026.
Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan Lokakarya Mini Lintas Klaster di Aula Puskesmas Salimbongan.

banner 300x600

Sehari sebelum kegiatan, dr. Ramli bersama Kabid Kesmas, Kabid Yankes, dan Kabid P2 melakukan pemantauan langsung ke Puskesmas Pembantu Malong di Desa Ulusaddang. Pustu tersebut diharapkan segera beroperasi untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.

Dalam sambutannya, Kepala Puskesmas Salimbongan H. Muhammad Syukur, S.ST., M.Kes., menyampaikan terima kasih atas kehadiran pimpinan Dinkes. Ia menyebut evaluasi dari Lokmin menjadi acuan penting untuk peningkatan mutu layanan.

Penanganan TB dilakukan aktif untuk memutus rantai penularan dan menghapus stigma.
Program Cek Kesehatan Gratis yang dievaluasi tiap minggu dinilai efektif mendeteksi dini penyakit di masyarakat.
Target menurunkan angka stunting dari 22,22% pada 2025 menjadi di bawah 19% pada 2026.
Optimalisasi Tenaga Gizi dan PMT untuk keluarga berisiko menjadi kunci.
Penguatan Layanan di Daerah Terpencil: Salimbongan bersama Batulappa dan Sali Sali memiliki tantangan geografis. Kedisiplinan dan kepatuhan SOP tetap ditekankan.

“Kita harus perkuat sinergi lintas klaster dan lintas sektor. Selesaikan masalah secara berjenjang, sampaikan kebutuhan sarana secara terbuka, dan pegang prinsip: lakukan yang kita tulis dan tulis yang kita lakukan,” tegas dr. Ramli.

Kabid Kesmas Hj. Irma Nurnaningsih: Puskesmas wajib identifikasi akar masalah dan susun RTL yang disosialisasikan. Perkuat SPM pada aspek SDMK dan BMHP. Maksimalkan Rumah Tunggu Kelahiran dan kembangkan inovasi KIA.
Kabid P2 Hj. Sriwati: Apresiasi tracing TB, tapi minta kualitas pengambilan sputum ditingkatkan. Dorong kerja sama lintas sektor untuk ODGJ, penunjukan PMO, imunisasi BIAS, dan percepatan input aplikasi ASYIK.
Kabid Yankes Hj. Nurheda: Sarankan ada Pra-Lokmin sebelum Lokmin. Untuk Lokmin Lintas Sektor, undang pihak yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Capaian CKG Salimbongan 90%, tertinggi di Pinrang, layak jadi best practice. PKB direncanakan di Kariango sekaligus pemantauan kasus diare.

Menutup kegiatan, dr. Ramli mengapresiasi inovasi Puskesmas Salimbongan berupa sistem pengawasan Ibu Hamil dan Ibu Bersalin, serta “Pusaka Sakti” sebagai bank data terpadu puskesmas. Ia mendorong seluruh puskesmas melahirkan inovasi berbasis data agar intervensi tepat sasaran. (*)

banner 970x200Example 728x250
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *