Pinrang 13 News : Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam menjadi hal penting yang harus terus ditingkatkan, terutama melalui koordinasi lintas sektor dan kesiapan seluruh unsur terkait.
Langkah ini diperlukan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terkoordinasi sehingga risiko serta dampak yang dirasakan masyarakat dapat diminimalkan.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, S.IP., M.Si saat menghadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana yang digelar di halaman Markas Komando Kepolisian Resor Pinrang, Kamis (5/11).
Dalam apel tersebut, Kapolres Pinrang AKBP Edy Sabhara Mangga Barani bertindak selaku inspektur apel sekaligus membacakan amanat Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H. yang menekankan pentingnya memastikan kesiapan personel, sarana prasarana dan koordinasi seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana alam.
Dalam amanat tersebut diungkapkan bahwa Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.
Kondisi geografis yang beragam menjadikan sejumlah wilayah berpotensi mengalami banjir, tanah longsor hingga angin puting beliung.
Data kejadian bencana menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 tercatat 270 kejadian, terdiri atas 158 tanah longsor, 80 banjir dan 32 angin puting beliung. Sementara pada tahun 2026 hingga saat ini tercatat 129 kejadian, masing-masing 48 tanah longsor, 47 angin puting beliung dan 34 banjir.
Olehnya itu, Kapolda Sulsel menekankan enam langkah penting yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni pemetaan wilayah rawan bencana, peningkatan edukasi kepada masyarakat, kesiapan personel dan peralatan, penguatan koordinasi lintas sektor, pembentukan posko bencana serta penanganan yang menyeluruh mulai dari masa tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan penanganan yang dibutuhkan ketika bencana terjadi, termasuk akses terhadap layanan kesehatan, kebutuhan logistik, air bersih serta tempat pengungsian.
Sementara itu, Wabup Sudirman seusai kegiatan mengungkapkan harapannya agar seluruh perangkat daerah terkait bersama unsur TNI, Polri dan masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana.
Menurutnya, kesiapsiagaan tidak cukup hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi, tetapi harus dimulai melalui langkah antisipasi, edukasi dan penguatan koordinasi sejak dini.
Dirinya juga berharap masyarakat dapat mengambil peran aktif dengan memperhatikan kondisi lingkungan, memahami langkah penyelamatan diri serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana di wilayah masing-masing.
Dengan kesiapan yang baik dan sinergi seluruh pihak, diharapkan penanganan bencana di Kabupaten Pinrang dapat berjalan lebih efektif, sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga dan dampak kerugian yang ditimbulkan dapat ditekan.
Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Pinrang untuk terus menghadirkan perlindungan kepada masyarakat melalui penguatan kesiapsiagaan dan pelayanan penanggulangan bencana yang responsif.(*/)


















