Pinrang 13 News : Memastikan lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air di tengah musim kemarau menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pinrang. Kondisi kekeringan yang masih terjadi di sejumlah wilayah membuat ketersediaan air menjadi tantangan bagi petani, khususnya mereka yang berada di luar jangkauan jaringan irigasi teknis. Untuk menjawab kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pinrang terus memperkuat program pompanisasi sebagai salah satu langkah untuk membantu petani mempertahankan pertanaman sekaligus menjaga produktivitas sektor pertanian. Bupati Pinrang H.A. Irwan Hamid, S.Sos mengungkapkan, pompanisasi menjadi salah satu upaya yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pinrang untuk memastikan petani tetap memperoleh akses air meskipun berada di wilayah yang tidak terlayani jaringan irigasi teknis. Hal ini disampaikan Bupati Irwan saat meninjau langsung pelaksanaan pompanisasi di Desa Massewae, Kecamatan Duampanua, Rabu (19/8). Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air menjadi sangat penting dalam kondisi kemarau seperti saat ini. Dengan dukungan pompanisasi, lahan pertanian yang sebelumnya berpotensi mengalami kekurangan air diharapkan tetap dapat dipertahankan sehingga petani tidak kehilangan kesempatan untuk melanjutkan aktivitas pertanian. “Upaya maksimal kami adalah memperkuat pompanisasi untuk wilayah yang tidak mendapatkan air melalui irigasi teknis. Ini sudah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir sebagai bentuk perhatian Pemerintah kepada petani,” ujar Bupati Irwan. Dirinya menambahkan, keberlanjutan sektor pertanian bukan hanya berkaitan dengan produksi pangan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan mata pencaharian masyarakat. Karena itu, berbagai langkah teknis perlu terus dilakukan agar dampak kemarau terhadap petani dapat diminimalkan. Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang A. Sinapati Rudy menjelaskan, dukungan pompanisasi telah diberikan pada 12 kecamatan di Kabupaten Pinrang, khususnya pada wilayah yang berada di luar jaringan irigasi pompa yang sebelumnya telah tersedia. Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat membantu petani memperoleh sumber air alternatif sehingga tanaman tetap terpelihara selama kondisi kemarau berlangsung. Menurut Sinapati Rudy, pompanisasi diharapkan tidak hanya menjadi solusi menghadapi keterbatasan air saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian dan ketersediaan pangan di Kabupaten Pinrang. Dengan dukungan tersebut, petani diharapkan tetap dapat mengelola lahan secara optimal, mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air, serta menjaga pendapatan keluarga yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian. Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui perangkat daerah terkait akan terus melakukan pemantauan dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia agar kebutuhan petani selama musim kemarau dapat ditangani secara bertahap dan tepat sasaran. Dalam peninjauan tersebut, Bupati Irwan didampingi Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Awaluddin Maramat, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Bachrumsyah, Kepala Bapperida H.A. Fahruddin Renreng, tim teknis Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Camat Duampanua A.Satriadin.(*/)
Bupati Pinrang Tinjau Lahan Pertanian Pastikan Pasokan Air Di Tenga Kondisi Kemarau

















